WONOASIH, Radar Bromo - Keberadaan puskesmas pembantu (Putus) menjadi perhatian serius DPRD Kota Probolinggo. Sebab, saat komisi III sidak ke Pustus Sumbertaman, Kamis (6/8), kondisi gedung butuh pemeliharaan.
Bahkan, persoalan kekurangan dokter dan tenaga kesehatan (nakes) hampir terjadi di semua puskesmas maupun pustu.
Ketua komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan mengatakan, tindaklanjut dari sidak ke puskesmas-puskemas waktu yang lalu, pihaknya ingin lebih mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Terutama pelayanan kesehatan di Pustu. Wujudnya, Komisi III menggelar sidak Pustu Sumbertaman.
”Hasil sidak, ternyata lahan Pustu Sumbertaman sangat luas. Gedung juga sudah ada. Tapi kondisi butuh pemeliharaan, mulai dari pengecatan, perbaikan atap bocor sampai perbaikan atap untuk tempat posyandu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.
Namun, persoalan yang paling urgent sebenarnya adalah ketersediaan dokter dan nakes di Pustu itu sendiri. Ternyata, tidak hanya di puskesmas, pustu juga masih kurang dokter dan nakes.
Bahkan, kondisinya tidak ideal. Sebab, tidak ada dokter umum yang standby tiap harinya. Kemudian, ada alat kesehatan (alkes) untuk dokter gigi, ternyata dokter giginya tidak ada.
”Kami sudah sempatkan kumpulkan Dinkes dan Puskesmas, memang persoalan inti adalah kekurangan nakes, baik itu dokter, perawat, dan bidan. Kami akan diskusikan kembali supaya bisa maksimalkan nakes yang ada,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) kota Probolinggo, Intan Sudarmadi saat ditemui di Pustu Sumbertaman mengatakan, memang keberadaan 29 pustu di Kota Probolinggo membutuhkan pemeliharaan.
Namun, pemeliharaan gedung itu dilakukan secara bergilir atau gantian. Melihat kondisi urgent dan anggaran yang tersedia.
”Kalau memang dalam Perubahan APBD 2026 ada tambahan anggaran untuk pemeliharaan Pustu Sumbertama ini, akan langsung dilakukan perbaikan. Tapi jika tidak, nanti menunggu APBD induk tahun 2027,” terangnya.
Terkait kondisi pustu yang kekurangan dokter atau nakes, Intan mengakui kondisi tidak hanya terjadi di Pustu.
Tetapi di Puskesmas dan RSUD pun kekurangan dokter dan nakes. Hanya saja, masih terbentu dengana turan, BLUD tidak dapat melakukan rekrutmen.
Seperti halnya di Pustu Sumbertaman, hanya ada 1 perawat, 1 bidan, dan 1 administrasi. Sedangkan dokter umum yang standby tiap hari tidak ada. ”Untuk dokter umum datang ke pustu dijadwlkan dua minggu sekali,” ujarnya. (mas/fun)
Editor : Abdul Wahid