KRUCIL, Radar Bromo–Seorang pendaki Gunung Argopuro asal Kabupaten Sumenep berinisial JL, 26, meninggal dunia Rabu (5/8). Diduga ia mengalami hipotermia.
Korban meninggal saat proses evakuasi dari kawasan puncak Argopuro melalui pintu Bermi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mendaki Gunung Argopuro melalui pintu pendakian Baderan, Kabupaten Situbondo. Namun belum ada informasi kapan korban naik lewat Baderan.
Lalu Selasa (4/8) sekitar pukul 10.00, seorang relawan Pos Pendakian Dusun Selatan, Desa Bermi, menerima laporan bahwa JL mengalami hipotermia di kawasan puncak Argopuro.
Menerima informasi tersebut, relawan segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Meminta izin untuk melakukan operasi penyelamatan melalui jalur pendakian Bermi.
Sekitar 1,5 jam setelah proses koordinasi itu, korban langsung dievakuasi dari puncak menuju jalur pendakian Bermi. Namun dalam proses evakuasi itu kondisi korban terus memburuk.
Hingga akhirnya Rabu (5/8) sekitar pukul 11.00, JL tidak dapat bertahan. Dia meninggal dalam perjalanan menuju pintu pendakian Bermi.
"Kami mendapatkan laporan dari petugas BKSDA. Ada pendaki Argopuro meninggal dunia saat dievakuasi karena hipotermia," kata Kapolsek Krucil Iptu Ahmad Jamil, Kamis (6/8).
Rabu sore sekitar pukul 15.00, jenazah tiba di pintu pendakian Bermi. Di sini, petugas kembali memeriksa korban untuk memastikan korban telah meninggal.
Hari itu juga, jenazah korban dibawa ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan.
Sesampainya di rumah sakit, petugas menghubungi keluarga korban di Kabupaten Sumenep untuk mengoordinasikan proses pemulangan jenazah.
Baca Juga: Alami Cedera, Dua Pendaki Gunung Argopuro Dievakuasi, Mobil Basarnas Sempat Terjebak Lumpur
Setelah seluruh proses selesai, Kamis (7/8) jenazah dipulangkan dari RSUD Waluyo Jati menuju rumah duka, sekitar pukul 07.10. Jenazah dijemput keluarga.
"Dari keterangan yang disampaikan saksi dan petugas, korban meninggal dunia karena hipotermia saat mendaki. Pihak keluarga langsung menjemput dan membawa jenazah pulang untuk segera dimakamkan," tandasnya.
Koordinator Kamar Mayat RSUD Waluyo Jati Mujino membenarkan bahwa ada jenazah pendaki meninggal karena hipotermia. Petugas pun segera memulangkan jenazah setelah menguhubungi keluarganya.
"Benar ada jenazah. Setelah dilakukan perawatan, jenazah dibawa pulang ke rumahnya," katanya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi