Kebakaran di Sabana Bromo Meluas hingga 127 Hektare, Merambat hingga Malang, Gunakan Drone untuk Padamkan Api

Inneke Agustin • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:46 WIB
GUNAKAN DRONE: Drone yang didatangkan dari BPBD Jatim untuk memadamkan sabana Bromo yang terbakar. (BPBD for Radar Bromo)
GUNAKAN DRONE: Drone yang didatangkan dari BPBD Jatim untuk memadamkan sabana Bromo yang terbakar. (BPBD for Radar Bromo).

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan sabana Gunung Bromo terus meluas. Hingga Kamis (6/8) sore, luas area yang terbakar mencapai sekitar 127 hektare vegetasi.

Api bahkan telah merambat ke wilayah Jemplang, Kabupaten Malang. Sehingga upaya pemadaman terus diperkuat melalui jalur darat maupun udara.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, kobaran api terus bergerak ke arah sabana dan bagian atas tebing akibat tiupan angin yang cukup kencang.

Selain meluas di wilayah Kabupaten Probolinggo, api juga telah memasuki kawasan perbatasan tugu Jemplang di Kabupaten Malang.

Hingga Kamis sore, tim gabungan masih melakukan pemadaman menggunakan alat pemukul api (gebyok).

Petugas juga menggunakan drone penyemprot milik BPBD Jawa Timur, armada pemadam kebakaran Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta truk tangki air BPBD Jawa Timur.

"Kami memadamkan menggunakan gebyok dan drone bantuan dari BPBD Jawa Timur. Dibantu mobil damkar dari TNBTS serta truk tangki dari BPBD Jawa Timur juga," kata Oemar.

Drone penyemprot dari BPBD Jawa Timur sebenarnya telah tiba di Pos Watu Gede, Kabupaten Probolinggo, sejak Rabu (5/8) sore.

Baca Juga: Kebakaran Savana Bromo Meluas ke Kawasan Sariwani Probolinggo, 50 Hektare Vegetasi Hangus

Namun pengoperasiannya baru dapat dilakukan secara maksimal pada Kamis (6/8) karena terkendala kabut tebal dan angin kencang.

Baca Juga: Hutan Blok Bantengan Senduro TNBTS Terbakar, Sebagian Wilayah Wisata Bromo Ditutup  

Air untuk penyemprotan diambil dari tangki dan tandon portabel yang disiapkan di lokasi.

Penyemprotan diprioritaskan pada titik-titik api yang berada di area bawah. Sedangkan kobaran api di lereng curam masih sulit dijangkau karena kondisi angin yang tidak menentu.

"Untuk titik api di bawah masih bisa dijangkau drone. Kalau di tebing cukup sulit karena anginnya sangat kencang," ujarnya.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, tim gabungan juga memusatkan pemadaman di kawasan Jantur, Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, embusan angin pada siang hari menjadi kendala utama karena membuat api cepat menjalar ke vegetasi kering di sekitarnya.

"Siang hari anginnya cukup kencang sehingga api semakin cepat menyebar," katanya.

Sebenarnya pada Rabu (5/8) sore, api di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kabupaten Probolinggo, berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00. Namun kobaran kembali muncul akibat embusan angin pada Kamis (6/8). (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
sabana bromo terbakar malang drone