KANIGARAN, Radar Bromo - Beragam cara dilakukan warga Kota Probolinggo dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Warga RT 01/RW 02 Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, memilih mempercantik lingkungannya dengan mural.
Dinding-dinding pagar di sepanjang tepi jalan disulap menjadi kanvas mural bertema kebangsaan. Tujuannya, untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Warga Jalan Maulana Malik Ibrahim RT 01/RW 02 Haidar dan Choirul Anam menjadi motor penggerak aksi kreatif ini. Mereka melukis dinding tepi jalan dengan mengusung tema sentral “Di Bawah Burung Garuda Jaga Persatuan, Bhinneka Tunggal Ika.”
Ketua RT 01/RW 02 Kelurahan Kebonsari Wetan Bambang mengatakan, gerakan ini sengaja digagas untuk mengajak warga mengekspresikan cinta tanah air dengan cara berbeda. Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak lagi sekadar diwujudkan dengan pemasangan bendera merah putih maupun umbul-umbul.
“Kami ingin warga atau siapapun yang melintas di jalan ini bisa tumbuh rasa kecintaannya kepada bangsa. Lukisan ini juga ditujukan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan Kemerdekaan RI," ujarnya, Selasa (4/8) malam.
Keberadaan karya seni lukis bertema perjuangan ini, kata Bambang, diharapkan mampu menyasar generasi muda agar lebih memahami, menghargai sejarah kemerdekaan, sekaligus menyerap nilai-nilai luhur Pancasila.
“Aksi peduli lingkungan ini lahir dari swadaya murni. Seluruh bahan dan cat warna yang digunakan dibeli menggunakan dana pribadi dari kantong para pelukis itu sendiri,” ujarnya.
Tidak hanya sekadar menyalurkan bakat seni, lanjut Bambang, aktivitas melukis ini juga dipadukan dengan aksi sosial menjaga lingkungan. Sembari menorehkan kuas ke dinding pada malam hari, Haidar dan Choirul juga memanfaatkan momentum tersebut untuk melaksanakan ronda malam demi menjaga keamanan kampung.
“Alhamdulillah, warga menyambut positif dan mengapresiasi penuh inisiatif ini. Selain berhasil mengubah wajah rupa kampung menjadi lebih bersih, indah, dan estetis, deretan lukisan mural tersebut kini menjadi sarana edukasi visual yang efektif untuk mengingatkan warga akan pentingnya merawat persatuan serta melestarikan semangat gotong royong,” ungkap Bambang. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga