SUKAPURA, Radar Bromo-Kebakaran savana di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Memasuki hari ketiga, Rabu (5/8), api masih membara dan menghanguskan sekitar 50 hektare vegetasi di kawasan konservasi tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan, kebakaran yang pertama kali terjadi pada Senin (3/8) petang itu terus meluas.
Bahkan, saat ini memasuki wilayah administratif Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
"Api mulai masuk wilayah administratif Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, pada Selasa (4/8). Sebelumnya, titik api berada di kawasan antara Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang,” ujarnya.
Menurut Oemar, api sebenarnya sempat dinyatakan padam pada Selasa (4/8) sekitar pukul 00.00. Namun, bara kembali muncul di kawasan Pusung Jantur.
Saat itu, angin berhembus kencang. Akibat hembusan angin kencang, api kembali merambat hingga kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, pada Rabu (5/8) sekitar pukul 07.00.
Baca Juga: Hutan Blok Bantengan Senduro TNBTS Terbakar, Sebagian Wilayah Wisata Bromo Ditutup
Vegetasi yang terbakar didominasi padang savana, pohon cemara gunung, akasia, serta kaliandra.
Kondisi cuaca yang kering disertai angin cukup kencang membuat kobaran api cepat menjalar dari lembah menuju lereng dan tebing kawasan TNBTS sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pemantauan di sejumlah titik. Hingga Rabu (5/8) sekitar pukul 15.00, sebagian besar kobaran api berhasil dipadamkan.
Meski demikian, masih terdapat satu titik api di wilayah Desa Sariwani yang belum dapat dijangkau. Sebab, lokasinya berada di medan yang curam dan ekstrem.
"Kami terus melakukan pemadaman dan pemantauan. Sebagian besar api sudah padam. Namun, masih ada satu titik yang belum bisa dijangkau sehingga personel tetap bersiaga di lokasi," kata Oemar.
Petugas TRC BPBD Kabupaten Probolinggo, Aditya Fibad menambahkan, proses pemadaman melibatkan ratusan personel gabungan.
Baca Juga: Padamkan Titik Rambatan Api di TNBTS Bromo yang Sudah Merembet ke Probolinggo
Terdiri atas BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Provinsi Jawa Timur, Damkar Kabupaten Probolinggo, Balai Besar TNBTS, Perhutani, Satpol PP, Forkopimcam Sukapura, Samapta Polres Probolinggo, serta sejumlah warga sekitar.
Ia menjelaskan, medan yang terjal membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara optimal menggunakan peralatan. Personel akhirnya memadamkan api secara manual dengan memanfaatkan ranting pohon karena alat pemukul api (gebyok) yang tersedia rusak.
"Pemadaman kami lakukan secara manual karena kondisi medan tidak memungkinkan. Alat gebyok juga sudah rusak, sehingga personel menggunakan ranting pohon untuk memukul api," jelasnya.
Aditya memperkirakan luas lahan yang terbakar hingga Rabu sore mencapai sekitar 50 hektare.
Meski sebagian besar kobaran telah berhasil dikendalikan, petugas masih terus memantau area yang berpotensi kembali memunculkan api.
Sementara itu, Inspektur Inspeksi Damkar Kabupaten Probolinggo, Danang Purwanto, mengatakan, Balai Besar TNBTS turut mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 4.000 liter.
Juga satu unit mobil water supply berkapasitas 3.500 liter untuk mempercepat proses pemadaman.
"Saat ini proses pemadaman juga dibantu penyemprotan air menggunakan armada milik TNBTS," jelasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi