Padamkan Titik Rambatan Api di TNBTS Bromo yang Sudah Merembet ke Probolinggo

Achmad Arianto • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 06:09 WIB

 

MELUAS: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo berupaya memadamkan kebakaran hutan yang telah meluas sampai perbukitan wilayah Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. (Foto : BPBD Kabupaten Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)
MELUAS: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo berupaya memadamkan kebakaran hutan yang telah meluas sampai perbukitan wilayah Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. (Foto : BPBD Kabupaten Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

 

SUKAPURA, Radar Bromo - Kebakaran hutan melanda Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Senin (3/8) petang. Api terus meluas hingga ke wilayah perbukitan Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Hingga Selasa (4/8) Badan Penanggulangan Bencana Daerah berupaya memadamkan api secara manual serta membuat sekat bakar agar api tidak semakin meluas.

Api awalnya membakar hutan blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang yang masuk wilayah TNBTS. Api diketahui kali pertama oleh warga sekitar bermula.  

Api kemudian menjalar ke arah bawah menuju Ranupane. Kemudian merembet ke perbatasan dua wilayah. Separo bagian atas masuk Kabupaten Lumajang, sementara separo bagian bawah masuk wilayah Kabupaten Probolinggo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menambahkan, jika berdasarkan aplikasi Sipongi, rembetan api sudah masuk wilayah Probolinggo, tepatnya di kawasan Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura.

Sejak menerima laporan,  pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, serta pemerintah kecamatan maupun desa setempat untuk mempercepat penanganan api.

Kata Oemar, Senin (3/8) malam seluruh personel gabungan tersebut sudah berada di sekitar lokasi di kawasan Cemoro Lawang. Sementara pada Selasa (4/8) pagi melakukan pemantauan bersama. Selanjutnya petugas melakukan upaya pemadaman dari bagian atas. Upaya pemadaman api sempat berhasil dan membuat api mengecil, namun api kembali menyala dan meluas.

“Petugas gabungan saat ini melakukan pemadaman di wilayah wisata Bromo. Antara Blok Bantengan sampai Pusung Jantur, Desa Sariwani,” ucapnya.

Saat ini petugas melakukan upaya pemadaman secara manual dengan gebyok dan backpack sprayer. Selain itu petugas juga berupaya membuat sekat bakar untuk menghentikan laju kobaran api yang terus meluas.

Oemar menuturkan sejauh ini kawasan wisata Lembah Watangan maupun Bukit Teletubbies masih dalam kondisi aman.

Sebab titik api masih berada di area bukit. Karena itulah petugas berupaya agar api tidak terus meluas dan api bisa dipadamkan.

“Api masih ada di atas perbukitan tetapi perlahan mulai turun. Ini yang kami waspadai sekaligus berupaya semaksimal mungkin memadamkan api. Namun medan dilapangan cukup ekstrem. Untuk luasan wilayah yang terbakar masih belum bisa dipastikan,” bebernya.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyampaikan bahwa untuk kelancaran upaya pemadaman serta memperhatikan keamanan pengunjung, maka kunjungan Wisata Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Coban Trisula (Kabupaten Malang, Red), dan Senduro (Kabupaten Lumajang, Red) sempat ditutup untuk pengunjung. Penutupan dilakukan sejak Senin pukul 22.00 hingga batas waktu yang tak bisa ditentukan.

Pengunjung dapat masuk ke dalam Kawasan Wisata Bromo melalui pintu Cemoro Lawang (Kabupaten Probolinggo, Red) dan Wonokitri (Kabupaten Pasuruan, Red). Dengan batasan yang boleh dikunjungi adalah area Lautan Pasir, dan tidak diperkenankan berkunjung di area Savana.

Atas insiden kebakaran tersebut, pihak TNBTS mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata agar menjaga kawasan TNBTS dari kebakaran hutan dengan memperhatikan penggunaan api. Semuanya demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama. (ar/gus/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
kebakaran hutan lautan pasir bromo