INFRASTRUKTUR dasar dan peningkatan pelayanan masyarakat menjadi prioritas Pemerintah Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, dalam rencana pembangunan 2026. Tujuannya, demi kesejahteraan warga.
Keterbatasan anggaran akibat pemangkasan Dana Desa membuat pemerintah desa harus menetapkan skala prioritas pembangunan. Semuanya direncanakan dengan matang melalui musyawarah bersama warga, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Salah satu program fisik yang akan dilaksanakan Pemerintah Desa Sapih tahun ini, salah satunya pavingisasi jalan sepanjang 120 meter dengan lebar 2,5 meter. Lokasinya di Dusun Tersono RT 3-4/RW 1.
Pemerintah desa juga mengalokasikan anggaran bantuan rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Masing-masing berada di Dusun Sapih RT 5/RW 2 dan Dusun Pondokterop Krajan RT 9/RW 3.
Program perlindungan sosial melalui Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) juga tetap diberikan. Tahun ini ada lima keluarga penerima manfaat (KPM).
Di sektor kesehatan, pemerintah desa menyiapkan anggaran untuk kegiatan Posyandu sebesar Rp 83,5 juta. Sasarannya 180 balita, 20 ibu hamil, dan 60 warga lanjut usia (lansia). Termasuk pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi guna meningkatkan status kesehatan masyarakat.
“Keterbatasan anggaran membuat kami harus menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Semua keputusan telah dimusyawarahkan bersama warga agar manfaatnya dirasakan secara adil," ujar Kepala Desa Sapih Ngatiman.
BUMDes Mekar Jaya juga terus memperkuat pelayanan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui kredit kebutuhan rumah tangga, seperti meja, kursi, hingga peralatan dapur.
Di sisi lain, unit pelayanan air bersih yang telah beroperasi selama dua tahun, kini mampu mengaliri sekitar 150 rumah di Dusun Tersono. Layanan ini mendapat respons positif dari masyarakat karena mampu memenuhi kebutuhan air bersih secara lebih tertata dan berkelanjutan.
“Kami berharap dukungan pemerintah terhadap pembangunan desa terus berlanjut, sehingga kebutuhan infrastruktur maupun pelayanan dasar masyarakat dapat dipenuhi secara bertahap," ujarnya. (dik/rud/*)
Angkat Bukit Kembang-Napak Tilas Gajah Mada Jadi Icon Wisata
DESA Sapih, Kecamatan Lumbang, menyimpan potensi wisata alam dan sejarah yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Namun sejauh ini pengembangannya masih terkendala kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai.
Kepala Desa Sapih Ngatiman mengatakan, pengembangan sektor wisata menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat. Bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemerintah desa telah merintis dua destinasi wisata sejak 2022. Berupa Wisata Bukit Kembang yang menawarkan panorama alam pegunungan serta Wisata Napak Tilas Gajah Mada, yang mengangkat cerita para sesepuh mengenai jalur pertapaan Patih Gajah Mada menuju air terjun.
Menurutnya, berbagai upaya pengembangan terus dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Mulai dari perbaikan akses sederhana hingga pengairan di kawasan wisata. Namun, keterbatasan anggaran desa membuat pengembangan belum maksimal.
"Potensi wisata sebenarnya sangat menjanjikan, tetapi kami belum berani membuka secara resmi karena jalannya masih rusak. Kami tidak ingin pengunjung datang lalu kecewa," katanya.
Lokasi Bukit Kembang berjarak sekitar sembilan kilometer dari Kantor Desa Sapih. Dari total perjalanan tersebut, sekitar empat kilometer jalan masih mengalami kerusakan. Selain itu, jalan penghubung antardesa sepanjang sekitar 900 meter juga butuh penanganan agar mobilitas masyarakat dan wisatawan lebih lancar.
“Kami berharap ada dukungan anggaran dari pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur. Jika akses jalan sudah baik, potensi wisata ini bisa berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kami juga mengajak warga bersama-sama menjaga seluruh fasilitas yang telah dibangun," ujarnya. (dik/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Mempaving jalan di Dusun Tersono RT 3-4/RW 1
· Membangun 2 unit RTLH
· Menyalurkan BLT DD kepada 5 KPM
· Merealisasikan kegiatan Posyandu dengan anggaran Rp 83,5 juta
Editor : Fahreza Nuraga