KANIGARAN, Radar Bromo- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengevaluasi Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 Kota Probolinggo. Realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2025 sudah melampaui target, meski pendapatan daerah Kota Probolinggo fluktuatif.
Karena itu, Pemkot Probolinggo diminta memastikan target pendapatan disusun secara akurat berdasarkan potensi riil, tren historis, kebijakan pendapatan, serta kondisi ekonomi daerah. Dengan harapan, target yang ditetapkan tidak terlalu rendah, tetapi tetap realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Anggot Banggar DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, hasil evaluasi Gubernur atas Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025, sudah turun. Gubernur memberikan sejumlah catatan. Mulai dari pendapatan daerah 2025 yang sebesar Rp 1.008.550.554.354,92, sudah melebihih target atau 101,96 persen.
Dari sisi anggaran, pendapatan daerah cenderung meningkat meski sempat menurun pada 2023. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan target pendapatan daerah dalam lima tahun terakhir.
“Begitu juga capaian PAD (Pendapatan Asli Daerah) selama lima tahun cukup baik. Karena rata-rata realisasi berada di sekitar 100,36 persen. Namun fluktuasi capaian menunjukkan penyusunan target PAD masih perlu diperkuat agar lebih akurat, realistis, dan berbasis potensi riil. Pemkot perlu mengevaluasi komponen PAD yang menyebabkan ketidakcapaian pada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya, Senin (4/8).
Kata Muchlas, realisasi belanja daerah tahun anggaran 2025 sebesar Rp 989.407.345.211 atau 91,77 persen dari yang dianggarkan sebesar Rp 1.078.091.250.144. Belanja pegawai selama lima tahun terakhir cenderung fluktuatif. Namun realisasi belanja pegawai tahun anggaran 2025 menurun Rp 3.386.652.868,99 atau 0,70 persen dibanding realisasi belanja pegawai tahun anggaran 2024.
Memperhatikan dengan realisasi belanja pegawai yang masih di bawah dari target yang dianggarkan agar dijadikan evaluasi. Pemkot perlu analisis terkait penyebab belum optimalnya penyerapan anggaran belanja pegawai serta untuk masa yang akan datang.
Begitu juga realisasi belanja barang dan jasa tahun anggaran 2025 sebesar Rp 390.956.828.007,84 atau 89,92 dari yang dianggarkan. Realisasi belanja barang dan jasa yang masih jauh dari target yang dianggarkan dan tidak terealisasi agar dijadikan evaluasi.
Pemkot perlu melakukan analisis terkait penyebab belum optimalnya penyerapan anggaran belanja barang dan jasa serta untuk masa yang akan datang. Mulai dari memperhatikan kualitas perencanaan anggaran belanja barang dan jasa dengan penghitungan kebutuhan riil barang dan jasa untuk pencapaian output setiap sub kegiatan secara efektif dan efisien.
“Nanti akan kami sampaikan hasil evaluasi dan catatan dari Gubernur, untuk ditindaklanjuti oleh Pemkot dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD tahun berikutnya,” terangnya. (mas/rud)
PENDAPATAN DAERAH KOTA PROBOLINGGO
2021
Anggaran Rp 939.351.881.749,00
Realisasi Rp 993.879.239.176,41
Persentase 105,80 %
2022
Anggaran Rp 953.727.702.533,00
Realisasi Rp 955.089.232.636,99
Persentase 100,14 %
2023
Anggaran Rp 932.272.450.324,00
Realisasi Rp 968.433.112.167,29
Persentase 103,88 %
2024
Anggaran Rp 964.190.898.946,00
Realisasi Rp 992.701.449.220,29
Persentase 102,96 %
2025
Anggaran Rp 989.127.114.422,00
Realisasi Rp 1.008.550.554.354,92
Persentase 101,96 %
Editor : Fahreza Nuraga