
PEMERINTAH Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, berusaha mengembangkan potensi desa melalui konsep desa tematik. Salah satunya melalui budi daya puluhan pohon durian dan alpukat di Dusun Krajan. Kebun ini diharapkan menjadi cikal bakal berdirinya kawasan ecowisata.
Pengembangan kebun durian dan alpukat, tidak hanya bertujuan memanfaatkan potensi lahan desa. Tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang dapat mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes).
Kepala Desa Negororejo Ngasto mengatakan, hasil panen dapat dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Air Terjun Madakaripura. Selain dijual dalam bentuk buah segar, juga bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. “Tidak menutup kemungkinan dipasarkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)," ujarnya.
Lokasi kebun ini cukup strategis. Berdekatan dengan rest area, Kantor Desa Negororejo, serta KDKMP. Posisinya berada di jalur utama menuju objek wisata Air Terjun Madakaripura, sehingga berpeluang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata edukasi dan agrowisata.
Ngasto mengungkapkan, upaya ini menjadi salah satu alasan Desa Negororejo berhasil masuk dalam 30 besar Desa Tematik Kabupaten Probolinggo. Bahkan, menjadi satu-satunya perwakilan dari Kecamatan Lumbang yang berhasil lolos dalam penilaian. “Kami berharap ke depan bisa menembus 10 besar," katanya.
Selain mengembangkan desa tematik, Pemerintah Desa Negororejo juga mendukung penuh program nasional berupa pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah desa menyediakan lahan yang berasal dari tanah kas desa.
Lokasinya di sekitar balai desa dan mudah diakses masyarakat. Dekat dengan permukiman serta berada di jalur menuju objek wisata Air Terjun Madakaripura. “Diharapkan mampu mendukung perkembangan koperasi sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat," jelas Ngasto. (gus/rud/*)
Tingkatkan Pelayanan Publik-Kesejahteraan Warga
PELAYANAN publik dan pembangunan infrastruktur, tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Negororejo. Begitu juga dengan layanan kesehatan dan bantuan sosial.
Kepala Desa Negororejo Ngasto mengatakan, pemerintah desa kini memiliki kantor desa baru di Dusun Krajan. Berada di kawasan rest area Wisata Air Terjun Madakaripura. Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Fasilitas yang tersedia tidak hanya ruang pelayanan administrasi, tetapi juga pendapa yang dapat dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. Seperti rapat, musyawarah, maupun kegiatan keagamaan.
Pemerintah desa juga tengah membangun gedung sekretariat baru dari dana jaringan aspirasi masyarakat (jasmas) dewan. “Kami ingin fasilitas pelayanan semakin baik. Pendapa dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan, sementara pembangunan sekretariat baru diharapkan semakin menunjang pelayanan kepada warga," jelas Ngasto.
Untuk meningkatkan keamanan lingkungan, pemerintah desa juga membangun Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) di Dusun Kunci. Disiapkan sebagai pusat kegiatan ronda sekaligus memperkuat sistem keamanan desa. "Ke depan kami akan membentuk tim piket harian agar poskamling ini benar-benar aktif menjaga keamanan lingkungan," katanya.
Di bidang kesehatan, pemerintah desa rutin menggelar Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan bagi balita, ibu hamil, remaja, hingga warga lanjut usia (lansia).
Sekretaris Desa Negororejo Syahril Fahrizal menambahkan, pemerintah desa tetap menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). Tahun ini ada lima Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Mayoritas merupakan warga lansia dan tidak mampu bekerja.
Selain BLT DD, juga ada menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 400 warga. Masing-masing penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. “Kami berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat," ujarnya.
Warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni juga diperhatikan. Seorang warga Dusun Krajan, dibantu merehat rumah yang dari yang belumnya tidak layak menjadi layak huni. (gus/rud/*)
Editor : Fahreza Nuraga