MAYANGAN, Radar Bromo- Kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo sejauh ini sudah bersih dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Meski kadang masih ada yang nekat berjualan di sekitar alun-alun, Satpol PP segera melakukan tindakan.
Berbeda dengan kawasan di sisi timur dan sisi barat alun-alun. Seperti di Jalan Ahmad Yani selatan Lembaga Pemasyarkatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo dan di Jalan K.H. Mansyur. Di lokasi ini menjadi tempat yang “nyaman” bagi PKL untuk berjualan.
Setelah diusir dari alun-alun, sejauh ini banyak pedagang yang kabur ke dua titik tersebut. Mereka mengais rezeki, menunggu pembeli di pinggir jalan. Lokasi ini pun ramai, terutama ketika sore hingga malam.
Namun bukan berarti bebas dari pantaun aparat penegak peraturan daerah. Satpol PP beberapa kali menertibkan sejulah pedagang. Namun seakan tak jera, usai ditertibkan, sejumlah PKL kembali ke lokasi semua. Membawa barang dagangan dan menunggu pembeli.
Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Probolinggo Angga Budi Pramudya mengaku, sering menegur dan menghalau PKL tersebut untuk tidak berjualan di kawasan alun-alun -Jalan Ahmad Yani dan Jalan K.H. Mansyur-. Namun, sejumlah pedagang tetap nekat berjualan.
“Sudah kami tegur dan tertibkan. Terakhir sempat kami tertibkan dan angkut gerobaknya (PKL), ternyata ada perlawanan. Karena tidak ingin ribut, akhirnya kami mengalah,” katanya, Senin (3/8).
Mendapati itu, Angga mengatakan, kini pihaknya fokus menjaga dan membersihkan sekeliling alun-alun dari PKL. Ia juga memestikan akan menindak tegas PKL yang nekat berjualan di sekeliling alun-alun. Termasuk pedagang yang menggunakan kendaraan, seperti pedagang tahu bulat.
Menurutnya, beberapa kali ada PKL tahu bulat yang menggunakan roda tiga berjualan di tepi trotoar sekeliling alun-alun. Pedagang itu pun ditegur dan diminta pindah.
“Kami fokus di sekeliling alun-alun. Karena ada saja PKL yang mencari kesempatan untuk berjualan di tepi alun-alun,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga