Mobil Wisatawan Bromo Ngeblong, Seruduk Pikap, Pengendara Luka Berat

Inneke Agustin • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 07:40 WIB
OLAH TKP: Anggota Satlantas Polres Probolinggo melakukan olah TKP di Jalur Wisata Gunung Bromo, Desa/Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/8). (SATLANTAS POLRES PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
OLAH TKP: Anggota Satlantas Polres Probolinggo melakukan olah TKP di Jalur Wisata Gunung Bromo, Desa/Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/8). (SATLANTAS POLRES PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

SUKAPURA, Radar Bromo- Sejumlah wisatawan Gunung Bromo, pengendara mobil Daihatsu Ayla kecelakaan. Minggu (2/8) pagi, mobil mereka mengalami kecelakaan lalu lintas kembali di Jalur Wisata Gunung Bromo, Desa/Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Ayla bernopol AG 1244 GD itu dikemudikan oleh M. Wahyudi, 19, warga Desa Kaliancar, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Ia bersama Dika, 18, warga Bali dan Fauzi, 19, warga Kalimantan.

Ketika turun dari kawasan Bromo, tak jauh dari Gerbang Wisata Sukapura (GWS) menyasak Isuzu Traga bernopol AG 8092 NO. Pikap itu dikemudikan oleh warga Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Marjoko, 52. Kala itu, Marjoko bersama istri dan anaknya, Sri Handayani, 44 dan Richardo Marsya Veril Dwi Handika, 19.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama mengatakan, semula Ayla melaju dari selatan atau dari arah atas sekitar pukul 07.45. Wahyudi baru pulang berlibur dari kawasan Gunung Bromo.

“Setibanya di lokasi kejadian, mobil Ayla tersebut diduga gagal fungsi rem,” katanya.

Alya menabrak Traga yang berjalan searah di depannya. Pikap itu kemudian terdorong ke kanan dan berheni setelah menabrak tembok toko di sisi timur jalan.

“Akibat kejadian ini, sopir dan dua penumpang Traga mengalami luka-luka. Kami evakuasi ke Puskesmas Sukapura,” jelas Aditya.

Sementara, bagian depan Ayla rusak parah. Pengemudi dan penumpangnya hampir menjadi sasaran amuk warga sekitar karena diduga berkendara dengan kecepatan tinggi. Namun Wahyudi mengaku tidak ngebut, melainkan mobilnya blong.

“Mobil kami remnya blong. Sampai dekat Puskesmas Sukapura. Akhirnya kami menabrak mobil pikap,” katanya.

Sementara, Marjoko mengaku mobilnya tiba-tiba ditabrak dari belakang. Tepatnya sisi kiri, hingga hilang kendali.

“Sampai mobil kami oleng lalu menghantam tembok toko. Anak saya mengalami patah tulang, sedangkan istri saya luka cukup parah di bagian kepala,” katanya. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
kecelakaan wisatawan gunung bromo daihatsu ayla