Larangan Parkir di Glaser Tak Bertaji, Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Nyaris Celaka

Arif Mashudi • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 08:35 WIB
MELANGGAR: Sejumlah motor pakir di tengah Bundaran Gladak Serang, Kota Probolinggo. Kondisi ini menjadi sorotan DPRD, karena membayakan pengendara lain. (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)
MELANGGAR: Sejumlah motor pakir di tengah Bundaran Gladak Serang, Kota Probolinggo. Kondisi ini menjadi sorotan DPRD, karena membayakan pengendara lain. (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)

KANIGARAN, Radar Bromo- Kondisi lalu lintas di Bundaran Gladak Serang (Glaser) Kota Probolinggo, menjadi sorotan DPRD. Sebab, masih banyak pemotor yang memakor kedarannya di tengah bundaran. Kondisi ini membayakan pengguna jalan dan dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

Seperti nyaris dialami Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib. Ia mengatakan, di tengah bundaran sudah jelas ada rambu-rambu larangan berhenti. Seharusnya, Satpol PP yang bertugas menjaga atau melarang pengunjung memarkir motornya di tengah bundaran.

Bila dibiarkan, sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Terutama pengemudi kendaraan roda empat.

“Saya hampir kecelakaan atau nabrak, karena motor diparkir di tengah bundaran. Kalau mutar di Bundaran Gladak Serang nyetir mobil, tidak terlihat motor parkir sebelah kanan mobil itu. Apalagi ketika malam minggu, motor parkir bukan cuma satu sap, tapi sampai dua sap. Jadi, asli memakan jalan,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Pudi Adji Tjahjo Wahono, mengaku sudah koordinasi dengan Satpol PP yang ada di Pos Gladak Serang. Ke depan pengunjung bundaran diminta diimbau tidak berhenti, apalagi parkir di tengah bundaran.

“Memang keterbatasan lahan juga menjadi persoalan. Kami masih menunggu sisi timur Gladak Serang, untuk dibangun dijadikan parkir,” terangnya.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Probolinggo Angga Budi Pramudya mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah menghalau pengunjung untuk tidak berhenti dan parkir di tengah bundaran. Namun, ketika malam kondisi pengunjung membludak, terutama ketika hari libur atau malam Minggu.

Selain itu, keterbatasan lahan parkir juga menjadi alasan pengunjung untuk memilih parkir di tengah bundaran.

“Pengunjung juga bandel, kami tertibkan sisi timur, sisi barat sudah banyak yang parkir. Kami juga melihat lahan parkir yang tersedia juga penuh. Semoga dalam waktu dekat segera terealiasi penyedian lahan parkir untuk sisi timur Bundaran Gladak Serang,” terangnya. (mas/rud)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Glaser bundaran gladak serang lalu lintas dprd probolinggo