Rumah Warga di Lumbang Probolinggo Kebakaran saat Ditinggal Pemiliknya Berjemur yang Baru Sembuh dari Stroke

Inneke Agustin • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 16:47 WIB
PASCAKEJADIAN: Petugas BPBD di lokasi rumah Suhartatik yang terbakar Jumat (31/7) siang lalu. Inset, Petugas BPBD melakukan asesmen dan penyaluran bantuan kepada Suhartatik, Sabtu (1/8). (Foto: BPBD Kabupaten Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)
PASCAKEJADIAN: Petugas BPBD di lokasi rumah Suhartatik yang terbakar Jumat (31/7) siang lalu. Inset, Petugas BPBD melakukan asesmen dan penyaluran bantuan kepada Suhartatik, Sabtu (1/8). (Foto: BPBD Kabupaten Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

 

LUMBANG, Radar Bromo-Apes nian nasib yang dialami milik Suhartatik, 50. Rumah warga Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, terbakar pada Jumat (31/7) siang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sebagian besar isi rumah hangus dilalap api dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta.

Kepala Desa Lumbang, Tiyarsi mengatakan saat kebakaran terjadi rumah hanya dihuni Suhartatik. Suaminya sedang bekerja di luar kota, sedangkan kedua anaknya tidak berada di rumah.

Suhartatik yang baru pulih dari stroke saat itu sedang berjemur di depan rumah. Tak lama kemudian, ia melihat kepulan asap tebal keluar dari dalam rumah.

"Berdasarkan keterangan yang kami terima, pemilik rumah sedang berjemur di luar rumah karena baru sembuh dari sakit stroke. Tiba-tiba muncul asap dari dalam rumah," ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, Suhartatik bergegas masuk untuk memeriksa kondisi rumah. Saat itu api sudah membesar dan membakar bagian dalam bangunan. Ia sempat berupaya memadamkan api sembari meminta pertolongan warga sekitar.

Mendengar teriakan korban, warga berdatangan dan bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Upaya itu berhasil mencegah kobaran api merembet ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar lokasi.

"Warga sekitar bergotong royong memadamkan api agar tidak membesar dan merembet ke rumah warga lainnya, karena permukiman di lokasi cukup padat," katanya.

Api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun sejumlah ruangan beserta barang-barang berharga milik korban tidak dapat diselamatkan. Akibat kerusakan tersebut, Suhartatik untuk sementara harus mengungsi ke rumah kerabatnya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Sementara ini yang bersangkutan tinggal di rumah saudaranya yang lokasinya berdekatan sambil menunggu proses pembersihan dan pembenahan rumah," tambah Tiyarsi.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo, Naim menjelaskan hasil asesmen sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari kamar tidur. Api kemudian menjalar ke ruang tengah hingga dapur.

Sejumlah barang berharga yang hangus terbakar di antaranya kasur, lemari beserta isinya, surat-surat penting, televisi, kulkas, sofa, hingga berbagai peralatan dapur. "Meski bagian atap rumah masih utuh, beberapa plafon jebol akibat kebakaran. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 40 juta," jelasnya.

Sebagai bentuk penanganan pascabencana, BPBD Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan logistik kepada korban pada Sabtu (1/8).

“Ada perlengkapan makan, makanan siap saji, bantuan sandang pria dan wanita, paket kebersihan, hygiene kit, terpal, selimut, serta matras untuk memenuhi kebutuhan dasar korban selama masa pemulihan,” sebutnya. (gus/fun)

Editor : Fandi Armanto
rumah terbakar lumbang probolinggo