Setoran Perumdam Bayuangga Probolinggo ke PAD Merosot, Baru Separo dari Target, Ini Sorotan DPRD  

Arif Mashudi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:36 WIB
Ilustrasi pipa perumdam
Ilustrasi pipa perumdam

KANIGARAN, Radar Bromo– DPRD Kota Probolinggo menyoroti merosotnya setoran pendapatan asli daerah (PAD) dari Perumdam Bayuangga.

Dari target Rp 800 juta pada tahun buku 2025, perusahaan daerah itu hanya mampu menyetor Rp 400 juta atau separo target. Nilai itu juga turun dibanding setoran tahun sebelumnya yang mencapai Rp 600 juta.

Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Ryadlus Sholihin Firdaus pun mendesak Pemkot Probolinggo segera mendorong Perumdam Bayuangga memperbaiki kinerja.

DPRD menilai diperlukan strategi yang lebih realistis untuk mencapai target PAD, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

"PAD yang disetorkan saja hanya separo dari nilai yang telah ditetapkan. Bahkan, jika dibandingkan PAD tahun 2025, PAD yang dibayarkan Perumdam tahun ini berkurang separo," katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin (30/7).

Atas penurunan tersebut, DPRD meminta manajemen Perumdam Bayuangga segera menyampaikan laporan tertulis secara rinci. Laporan itu dibutuhkan untuk mengurai alasan logis di balik turunnya setoran PAD kepada kas daerah.

"Banggar DPRD juga meminta Perumdam untuk menyiapkan laporan secara detail," ujarnya.

Selain mengevaluasi kinerja tahun buku 2025, DPRD juga memberikan catatan kritis terhadap Usulan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta Neraca 2027 Perumdam Bayuangga.

Baca Juga: Angka Kehilangan Air Masih Tinggi Jadi Sebab Pendapatan Perumdam Bayuangga Tak Tercapai

Menurut Ryad, dokumen tersebut masih sebatas layak sebagai proyeksi keuangan. Namun belum cukup kuat menjadi dokumen perencanaan bisnis yang matang.

DPRD menilai, target kenaikan aset dan laba belum dihubungkan secara logis dengan indikator operasional utama.

Seperti penambahan sambungan rumah baru, volume penjualan air, penurunan angka Non-Revenue Water (NRW), efisiensi biaya operasional, hingga strategi peningkatan pendapatan.

"Salah satu isu krusial yang dinilai memerlukan penanganan serius dan kolaboratif adalah tingginya angka NRW atau kehilangan air bersih. Penurunan kebocoran air ini dinilai sangat vital untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan serta mengoptimalkan kontribusinya terhadap PAD Kota Probolinggo," terangnya.

Ryad berharap target laba Perumdam Bayuangga sebesar Rp 1,52 miliar pada 2027 dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, RKAP diminta segera dilengkapi dengan analisis bisnis yang komprehensif. Sehingga hubungan antara investasi, peningkatan kualitas layanan, dan proyeksi pendapatan dapat dijelaskan secara terukur.

"Analisis tersebut harus mampu menunjukkan hubungan sebab akibat yang jelas antara investasi, peningkatan kualitas pelayanan, dan proyeksi pendapatan," tegasnya.

Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi Direktur Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo Indra Sovia Jalal untuk mengonfirmasi setoran PAD yang hanya separo dari target itu. Namun sampai berita ini ditulis, yang bersangkutan belum merespons saat dihubungi. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
dprd perumdam bayuangga efisiensi pad probolinggo