KANIGARAN, Radar Bromo - Ratusan pencari kerja (pencaker) berburu pekerjaan dalam Job Fair Inklusi Tahap II Tahun 2026 gelaran Pemkot Probolinggo. Namun, sebagian dipastikan tidak diterima. Sebab, job fair kali ini hanya membuka 677 lowongan kerja (loker), sedangkan pencaker mencapai 822 orang.
Job fair kali ini digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Jalan Brantas, Kota Probolinggo, Kamis (30/7). Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Probolinggo Retno Wandansari mengatakan, kali ini ada 26 perusahaan yang berpartisipasi dengan menyediakan 677 loker. Terdiri atas 370 formasi untuk perempuan dan 307 formasi untuk laki-laki.
“Pada Job Fair Inklusi Tahap I April lalu, kegiatan serupa diikuti 30 perusahaan dan berhasil menyerap 103 tenaga kerja," katanya.
Meski demikina, kata Retno, tidak semua pencaker akan diterima. Pendaftar mencapai 822 orang dan didominasi lulusan SMA. Sedangkan, loker yang dibutuhkan dalam job fair kali ini hanya 677 lowongan.
“Kami berharap semua pencari kerja dapat diterima dan menyerap banyak tenaga kerja,” harapnya.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, job fair merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran. Terutama karena setiap tahun lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi terus bertambah dan membutuhkan akses menuju dunia kerja.
Job fair tahun ini mengusung konsep inklusif, sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pencari kerja. Termasuk penyandang disabilitas. Ia mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas pada penyelenggaraan sebelumnya.
“Yang paling penting adalah kemampuan dan kompetensi seseorang dalam bekerja. Karena itu, Job Fair Inklusi memberi kesempatan yang sama bagi semua, termasuk penyandang disabilitas," katanya.
Aminuddin mengatakan, iklim investasi di Kota Probolinggo menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,1 persen menjadi 6,81 persen. Nilai perputaran uang juga naik dari Rp 13 triliun pada 2024 menjadi Rp16 triliun pada 2025. Kondisi ini mendorong semakin banyak investor melirik Kota Probolinggo, sebagai tujuan investasi.
“Yang saya minta kepada seluruh investor hanya satu, yakni 75 persen hingga 90 persen tenaga kerja yang direkrut harus berasal dari Kota Probolinggo," tegasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga