SUKAPURA, Radar Bromo- Ratusan umat Hindu Suku Tengger mengikuti pembukaan perayaan Hari Raya Karo di Balai Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (30/7). Perayaan tahunan yang sarat nilai spiritual dan budaya itu, menjadi penanda dimulainya rangkaian ritual Karo yang akan berlangsung hingga, Selasa (4/8).
Kasi Pemerintahan Desa Ngadisari Budi Setyo Waluyo mengatakan, Hari Raya Karo merupakan salah satu upacara adat paling sakral bagi masyarakat Tengger. Perayaan ini mengandung makna tentang asal-usul manusia, sekaligus perjalanan kehidupan manusia, mulai dari kelahiran hingga meninggal dunia.
Pembukaan Hari Raya Karo diawali dengan serangkaian ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Prosesi tersebut meliputi pensucian Banyu Windhu, pembacaan Mantra Jongring Saloko, hingga ritual Mekakat sebagai bentuk penyucian diri dan penghormatan terhadap leluhur.
Usai ritual pembuka, acara dilanjutkan dengan penampilan Tari Sodoran yang menjadi salah satu ikon budaya masyarakat Tengger. Tarian ini menggambarkan perjalanan hidup manusia sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan tradisi Kembul Bujono. Yakni, makan bersama yang menjadi simbol rasa syukur serta mempererat tali persaudaraan antarwarga. Dalam tradisi tersebut, para istri maupun anak perempuan membawa berbagai hidangan, seperti klepon, ketan, abon, empal, hingga aneka buah-buahan untuk dinikmati bersama.
“Kembul Bujono merupakan tradisi makan bersama. Para istri atau anak perempuan membawa makanan berupa klepon, ketan, abon, empal, dan buah-buahan," jelasnya.
Meski tidak ada doa khusus yang dipanjatkan pada perayaan Karo tahun ini, masyarakat Tengger tetap memohon kepada Sang Hyang Widhi agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan. Tak hanya untuk masyarakat Tengger, doa juga dipanjatkan bagi seluruh warga Kecamatan Sukapura serta masyarakat Indonesia agar senantiasa hidup dalam kedamaian dan keberkahan.
“Kami berdoa untuk kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat, baik warga Sukapura maupun seluruh masyarakat Indonesia. Rangkaian Hari Raya Karo masih akan berlangsung hingga Selasa (4/8)," katanya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga