KANIGARAN, Radar Bromo- PT Perseroda Bahari Tanjung Tembaga (BTT) Kota Probolinggo masih seumur jagung. Namun perusahaan milik Pemkot Probolinggo ini terus digenjot untuk menjadi mesin pemompa pendapatan asli daerah (PAD).
Dalam KUA PPAS Tahun 2027, hanya ditarget menyumbang PAD Rp 195 juta. Namun tahun berikutnya diproyeksikan mendapatkan laba atau keuntungan sekitar Rp 1,7 miliar dan 50 persennya (Rp 850 juta) bakal menjadi PAD Kota Probolinggo.
Direktur PT Perseroda BTT Noviyadi mengatakan, untuk awal tahun berdiri, PT BTT tetap akan menghasilkan pendapatan dan menjadi PAD Kota Probolinggo. Hasil laba selama 2026 sejak Juni-Desember, diyakini dapat menyetor PAD sekitar Rp 200 juta. Namun keuntungan yang menjadi PAD itu dapat disetorkan pada awal 2027.
“Terhitung menjadi PAD Kota Probolinggo tahun 2027,” katanya.
Dengan tambahan penyertaan modal yang akan diberikan tahun 2027, Noviyadi mengatakan, dapat meningkatkan pendapatan. Dengan proyeksi pendapatan secara keseluruhan tahun 2027 sekitar Rp 11.800.000.000 dan beban operasional setahun sekitar 10.059.112.211.
Artinya, sepanjang 2027 diproyeksi hasil kerja menghasilkan laba sebelum pajak sekitar Rp 1.740.887.789 atau laba setelah pajak sekitar Rp 1.653.843.399.
“Nantinya, pendapatan yang akan disetorkan ke Pemkot menjadi PAD adalah 50 persen dari keuntungan,” terangnya.
Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Ryadlus Sholihin Firdaus mengatakan, pihaknya mendorong optimisme manajemen PT BTT dalam bekerja dan menghasilkan PAD.
“Kami penuhi penyertaan modal sesuai perda yang telah ditetapkan. Selanjutnya, kami kawal kinerja PT BTT dan evaluasi bersama capaian kinerjanya pada tahun ketiga,” terangnya. (mas/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni