SUKSES menggelar Job Fair Inklusi Tahap 1 Tahun 2026, April lalu, kini Pemkot Probolinggo kembali menggelar Job Fair Inklusi Tahap 2 Tahun 2026. Melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Probolinggo, job fair menjadi salah satu langkah strategis mengurangi angka pengangguran terbuka.
Job fair kali ini digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Disperinaker Kota Probolinggo di Jalan Brantas KM 1, Kelurahan Pilang. Tercatat ada 26 perusahaan yang bergabung. Baik dari Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, Kediri, Surabaya, Jember, hingga Bali.
Puluhan perusahaan itu membuka 677 lowongan pekerjaan. Terdiri atas 377 lowongan untuk perempuan dan 307 lowongan untuk laki-laki. Seremonial Job Fair Inklusi Tahap 2 Tahun 2026 dibuka oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan, S.Sos., M.Si.
“Biasanya, job fair hanya bisa kami gelar setahun satu kali. Tapi tahun ini tiga kali dalam setahun, Alhamdulillah bisa terlaksana. Kalau bisa, tahun depan dilaksanakan empat kali atau lima kali,” ujar Wali Kota, mengawali arahannya langsung disambut aplaus hadirin.
Menurutnya, job fair merupakan langkah strategis yang diambil Pemkot sebagai antisipasi untuk menekan angka pengangguran yang kian bertambah seiring dengan jumlah kelulusan baru.
“Sebab, tidak semua lulusan melanjutkan kuliah. Ada pula yang ingin segera bekerja agar mandiri dan membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, ke depan lapangan pekerjaan semakin stagnasi. Namun kabar baiknya, pertumbuhan ekonomi di Kota Probolinggo naik signifikan. Dari 5,1, sekarang menjadi 6,1. Capaian ini masuk salah satu tertinggi di Jawa Timur.
Wali Kota juga menyebutkan, perputaran uang dari tahun ketahun terus meningkat. Pada 2024, perputaran uang sebesar Rp 13 triliun, pada 2025 meningkat menjadi Rp 16 triliun.
“Melihat iklim positif ini, banyak pengusaha menawarkan diri untuk berinvestasi di Kota Probolinggo. Bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga banyak dari luar negeri,” ungkapnya.
Selaras dengan upaya Pemkot dalam menekan angka pengangguran, Wali Kota pun menyambut baik kehadiran investor melalui kebijakannya. Yakni, 90 persen tenaga kerja yang diserap harus warga Kota Probolinggo, kecuali tenaga kerja expert atau ahli.
Karena itu, Wali Kota mengimbau kepada seluruh warga agar terus menjaga kondusivitas Kota Probolinggo. Jangan sampai ada hal-hal negatif yang bisa berdampak memperburuk citra kota.
“Butuh sinergi, kolaborasi, dan kebersamaan semua warga agar Kota Probolinggo tetap tertib, tenteram, dan damai,” katanya.
Seperti namanya, Job Fair Inklusi ini terbuka untuk semua pencari kerja tanpa terkecuali. Termasuk penyandang disabilitas. Pagi itu, ada tiga perusahaan di Kota Probolinggo mendapat apresasi dari Pemkot karena merekrut penyandang disabilitas sebagai karyawannya.
Kepala Disperinaker Kota Probolinggo Retno Wandansari, S.Pt., M.P. mengatakan, strategi Pemkot Probolinggo dalam menekan angka pengangguran terbuka tidak hanya dilakukan dengan menggelar Job Fair Inklusi.
Ada banyak pelatihan kompetensi kerja yang difasilitasi Disperinaker hingga pemberian bantuan peralatan usaha. Harapannya, lapangan kerja baru semakin terbuka lebar dan lebih mandiri. (el/adv)
Editor : Moch Vikry Romadhoni