KOMITMEN mengembangkan sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo. Salah satunya melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar), Pemkot sukses menggelar Festival Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Probolinggo Tahun 2026.
Festival ini digelar sehari penuh di lapangan outdoor GOR A. Yani, Kota Probolinggo, Selasa (28/7). Meski kali pertama digelar, kegiatan ini berhasil mengundang animo yang luar biasa.
Total ada 20 stan pameran produk ekonomi kreatif dari Kota Probolinggo, yang ikut ambil bagian dalam festival ini. Di antaranya, Babe Art Gallery, Bromo Pro Litera (PGRI Kota Probolinggo), Gita Pena Speland (SMP Negeri 9 Probolinggo), Kolaborasi @hendhyfoto, Poerwa Batik, Kinasih Ceramic Designer & Handycraft.
Lalu, ada Wolu Sinema (SMPN 8 Probolinggo), Jibril Light, Robotku School (SMK Ahmad Yani Probolinggo), Blackwood Craft Indonesia (@lukisbakar3d), Zabella Gift Shop, UD Griya Srikandi, Rizza Bordir, Rokscustom, CV Kurnia Bordir, Isshoku Art Production, Hergold Beads & Accessories, dan Pao & Anggy.
Kegiatan ini bukan sekadar menjadi media promosi dan perluasan jaringan bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya terbaiknya, tapi menjadi momen kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat.
Di lokasi yang sama juga digelar Workshop Fotografi Produk UMKM dan Workshop Pembuatan Konten Wisata. Karena itu, lokasi festival menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda, khususnya para pelajar untuk mendapatkan edukasi dan kesempatan untuk mengenal lebih dekat, seperti apa ekonomi kreatif itu sendiri. Sekaligus, menambah kebanggaan terhadap beragam produk kreatif asli Kota Probolinggo.
Festival Ekraf makin meriah dengan berbagai penampilan kesenian. Di antaranya, ada tari tradisional, musik tradisi, penampilan band pelajar, hingga pertunjukan komunitas seni. Gelombang kunjungan para pelajar mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA tak pernah surut di lokasi Festival Ekraf 2026.
Sebelum membuka kegiatan secara seremonial, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes.; yang hadir bersama Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, S.AP., M.M.; Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Hj. Evariani Aminuddin, M.Kes.; dan Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan, S.H., M.Si. langsung mengunjungi semua stan sembari berbelanja. Mereka juga menyapa para pelajar yang tak habisnya ingin bersalaman dan swafoto.
“Festival Ekonomi Kreatif ini pertama di Kota Probolinggo. Ini komitmen kami untuk menggelar Festival Ekonomi Kreatif pada tahun pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Kalau tahun pertama digelar satu hari, saya berharap tahun depan, pada tahun kedua digelar dua hari; ketiga, tiga hari, dan begitu seterusnya,” ujar Wali Kota.
Sebagai kota pesisir, kota transit, sekaligus kota penunjang wisata Bromo Tengger Semeru, kata Wali Kota, Kota Probolinggo mempunyai modal yang tidak terbatas. Mulai dari pengembangan kreativitas di pesisir hingga gunung. Baik dari sisi budaya, kerajinan, foto, videografi, perfilman, patung, lukisan, bordir, olahan-olahan khas, batik, sampai robot. “Semuanya memungkinkan menjadi modal utama bagi para kreator ekonomi kreatif di Kota Probolinggo. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” ujarnya.
Seperti halnya citybranding Probolinggo Kota Bersolek, lanjut Wali Kota, salah satu kata kuncinya di huruf “K” mengandung arti kreativitas. “Kita mungkin mempunyai pendidikan yang tinggi, modal yang besar, koneksi yang luas. Tapi tanpa kreativitas, modalitas yang kita miliki tadi tentu tidak akan berkembang maksimal,” jelas Wali Kota.
Kepala Dispopar Kota Probolinggo Muhammad Abas, S.Sos., M.Si. mengatakan, Festival Ekonomi Kretif digelar sebagai wujud nyata komitmen kepemimpinan Wali Kota dr. Aminuddin dan Wakil Wali Kota Hj. Ina Dwi Lestari dalam memperkuat pengembangan pemasaran kreativitas produk lokal yang mendukung sektor pariwisata.
“Kami berharap Festival Ekonomi Kreatif tahun ini menjadi pemicu lahirnya lebih banyak lagi pelaku-pelaku ekonomi kreatif baru, sektor ekonomi kreatif yang semakin berkembang sebagai salah satu penggerak utama perekonomian, kolaborasi dan sinergi yang kuat agar tercipta ekosistem usaha yang berdaya saing mewujudkan Probolinggo Kota Bersolek,” ujarnya.
Didamping Ketua Panitia Ibnu Wahyudi, Muhammad Abas mengapresiasi para pelaku ekonomi kreatif. Khususnya pengisi stan pameran, sekolah-sekolah pengisi penampilan, hingga pengunjung yang ikut serta mendukung kesuksesan Festival Ekraf 2026 Kota Probolinggo. (el/adv)
Editor : Fahreza Nuraga