Layanan Adminduk di Desa Boto, Kecamatan Lumbang Makin Mudah, Cukup Diurus di Desa

Didik Purwanto • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 08:08 WIB

MAKIN MUDAH: Pj Kepala Desa Boto Saiful mendampingi warga mengurus dokumen kependudukan. (DIDIK PURWANTO/JAWA POS RADAR BROMO.)

MAKIN MUDAH: Pj Kepala Desa Boto Saiful mendampingi warga mengurus dokumen kependudukan. (DIDIK PURWANTO/JAWA POS RADAR BROMO.)

PEMERINTAH Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, memastikan setiap program pembangunan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Melalui musyawarah desa (musdes), berbagai usulan dipilah menjadi skala prioritas. Agar anggaran yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

Salah satu hasil musdes yang direalisasikan tahun ini adalah pembangunan jalan rabat beton di Dusun Krajan RT 7/RW 3. Akses utama menuju permukiman ini sebelumnya masih berupa jalan tanah. Kondisinya kurang nyaman, terutama ketika musim hujan. Jalan sepanjang 81 meter dengan lebar dua meter ini pun dirabat beton.

Pemerintah desa juga meningkatkan kualitas jalan di Dusun Kayujaran. Jalan sepanjang 350 meter di RT 2 hingga RT 3/RW 1 itu, diaspal dan tambal sulam. Sebelumnya, banyak titik jalan berlubang dan dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Pj Kepala Desa Boto Saiful mengatakan, pembangunan infrastruktur tidak dilakukan berdasarkan keinginan pemerintah desa semata. Melainkan, melalui kesepakatan masyarakat dalam musdes. “Mana yang paling mendesak dan paling banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, itulah yang menjadi prioritas pembangunan," ujarnya.

Tidak hanya membangun infrastruktur, pemerintah desa juga memperkuat pelayanan dasar masyarakat. Sebanyak lima keluarga menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), sementara program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menyasar lima rumah yang tersebar di Dusun Kayujaran, Kaburan, dan Dusun Krajan.

Di bidang kesehatan, sebanyak 35 Kader Posyandu yang tersebar di lima dusun rutin memberikan pelayanan kepada ibu, balita, dan warga lanjut usia (lansia). Kegiatan tersebut juga disertai pemberian makanan tambahan (PMT) guna membantu meningkatkan status gizi masyarakat.

Pelayanan administrasi kependudukan kini semakin praktis melalui penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat. Warga cukup datang ke kantor desa untuk mengurus kartu keluarga, pindah datang, akta kelahiran, maupun akta kematian tanpa harus menuju kantor kecamatan.

“Harapan kami, masyarakat semakin mudah memperoleh pelayanan sekaligus merasakan manfaat pembangunan yang benar-benar sesuai kebutuhan," ujar Saiful. (dik/rud/*)

 

 

 

MULUS: Pj Kepala Desa Boto Saiful bersama Kasi Pembangunan Sitam menunjukkan hasil pembangunan jalan rabat beton Dusun Krajan RT 7/RW 3.
MULUS: Pj Kepala Desa Boto Saiful bersama Kasi Pembangunan Sitam menunjukkan hasil pembangunan jalan rabat beton Dusun Krajan RT 7/RW 3.

Bangun Semangat Gotong Royong

ADANYA kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, membuat sejumlah rencana pembangunan infrastruktur di Desa Boto, belum dapat direalisasikan tahun ini. Pemerintah desa pun membangun komunikasi langsung dengan masyarakat agar situasi tersebut dipahami secara terbuka.

Dalam setiap kesempatan, Pj Kepala Desa Boto Saiful mendatangi lima dusun untuk bertemu kepala dusun, ketua RT, tokoh masyarakat, hingga warga. Pertemuan sederhana itu dimanfaatkan untuk menjelaskan kondisi keuangan desa, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan pembangunan yang masih tertunda.

Tujuannya agar masyarakat mengetahui bahwa keterlambatan pembangunan bukan disebabkan kurangnya perhatian pemerintah desa. Melainkan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat.

“Kami ingin masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya. Karena itu, kami memilih turun langsung berdialog agar tidak muncul kesalahpahaman dan seluruh warga tetap kompak membangun desa," katanya.

Meski sejumlah proyek harus menunggu ketersediaan anggaran, pemerintah desa tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan. Salah satunya menghidupkan kembali budaya gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Desa Boto.

Semangat kebersamaan itu terlihat saat sebuah jembatan desa rusak. Pemerintah desa menyediakan material berupa semen dan pasir, sedangkan pengerjaannya dilakukan melalui kerja bakti warga. Berkat kolaborasi tersebut, akses yang sebelumnya terputus kini kembali dapat dilalui kendaraan roda empat.

Saiful juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergotong royong saat terjadi kerusakan, tetapi turut menjaga infrastruktur yang ada. Warga diminta aktif membersihkan saluran air, mengangkat material yang menyumbat selokan, serta menjaga kondisi jalan lingkungan agar tidak cepat rusak ketika memasuki musim hujan.

“Kalau pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang. Dengan semangat gotong royong, pembangunan tetap bisa berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga," jelasnya. (dik/rud/*)

 

KAWAL POSYANDU: Ketua TP PKK Desa Boto Nur Azizah (tengah baju putih) bersama Kader Posyandu Desa Boto. 
KAWAL POSYANDU: Ketua TP PKK Desa Boto Nur Azizah (tengah baju putih) bersama Kader Posyandu Desa Boto. 

RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026

·       Rabat beton jalan sepanjang 81 meter dan lebar 2 meter di Dusun Krajan RT 7/RW 3.

·       Pengaspalan dan tambal sulam jalan sepanjang 350 meter di Dusun Kayu Jaran RT 2-3/RW 1.

·       Menyalurkan BLT DD kepada 5 KPM

·       Merehab 5 unit RTLH 

Editor : Fahreza Nuraga
musdes desa boto lumbang anggaran probolinggo