KANIGARAN, Radar Bromo- Selama setengah tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo berhasil himpun dana Rp 1.090.799.883. Terbesar berasal dari zakat hingga 94 persen atau berkisar Rp 1.025.351.890.
Wakil Ketua IV Baznas Kota Probolinggo Heri Wijayani mengatakan, selama periode Januari-Juni 2026, telah berhasil menghimpun dana zakat, infak, sedekah, dana sosial keagamaan lainnya sebesar Rp 1.090.799.883. Paling banyak bersumber dari zakat, sebesar 94 persen, infak sekitar 4 persen, dan dana sosial lainnya sekitar 2 persen.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan penghimpunan dana zakat, infak, dan lainnya. Termasuk memaksimalkan pengelolaan zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menekankan pentingnya optimalisasi dalam pengelolaan zakat. Baznas diminta tak hanya berfokus pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga harus mempercepat proses penyaluran dan pemanfaatannya kepada masyarakat.
Menurutnya, bahasa optimalisasi artinya adalah bagaimana dapat meningkatkan dua hal. Pertama, bagaimana UPZ Baznas mampu mengumpulkan makin banyak zakat dari para muzaki. Kedua, bagaimana tidak hanya pengumpulannya yang telah dioptimalkan, tetapi juga pemanfaatannya.
“Secara prinsip, mestinya setiap tahun itu uang zakat atau uang Baznas itu nol, artinya berapa pun yang dikumpulkan harus cepat disalurkan," ujar Aminuddin.
Ia mengaku ingin pengelolaan zakat dengan berbagai program pembangunan daerah. Termasuk penguatan UMKM dan peningkatan kualitas pendidikan.
Peran aktif Baznas dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo.
“Sinergi antara Baznas dan pemerintah ini jelas terlihat nanti di peningkatan kesejahteraan. Inilah peran Baznas agar pertumbuhan ekonomi yang sekarang sudah di angka 6,81 persen terus menuju 8 persen sebagaimana harapan Bapak Presiden Prabowo,” katanya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga