KANIGARAN, Radar Bromo- Tim pemadam kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo, sejauh ini mempunyai enam unit mobil damkar. Namun hanya empat unit yang layak dioperasikan. Sebab, dua unit lainnya tak bisa digunakan karena rusak.
Sekretaris Dinas Satpol PP-Damkar Kota Probolinggo Denny Bagus Erwanto mengatakan, pihaknya berencana melakukan perbaikan terhadap satu unit damkar yang sasisnya mulai keropos. Mobil damkar kapasitas 4.000 liter itu merupakan bantuan dari Pemprov DKI.
“Untuk perbaikan satu unit mobil pemadam kekabaran, kami butuh anggaran Rp 200 juta. Supaya unit mobil pemadam kebakaran yang layak beroperasi bertambah,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Bidang Pemadam Kebakaran, kasus kebakaran di Kota Probolinggo setiap tahunnya bisa mencapai puluhan kasus.
Pada 2021 ada 53 kejadian kebakaran, 2022 ada 60 kejadian, 2023 sebanyak 105 kejadian, 2024 terjadi 117 kejadian, dan 2025 ada 70 kejadian. Tahun ini meski belum tutup tahun sudah ada 34 kasus.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP-Damkar Kota Probolinggo Tri Setyo Anggodo mengatakan, sarana prasarana damkar masih jauh dari ideal.
“Kami juga tidak mempunyai mobil damkar yang ada tangganya atau arieal ladder (tangga udara atau tangga hidrolik yang terpasang pada kendaraan khusus). Padahal, arieal ladder itu sangat dibutuhkan untuk dapat menjangkau kebakaran pada bangunan bertingkat,” terangnya.
Anggota Banggar DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dapat mendukung kelengkapan kendaraan damkar dengan penambahan anggaran perbaikan Rp 200 juta. Agar saat terjadi bencana kebakaran, bisa dilakukan penanganan lebih cepat dan sigap.
“Kami juga berharap seragam atau APD (alat pelindung diri) petugas damkar juga dilengkapi. Demi keamanan petugas yang melakukan pemadam kebakaran,” ujar politisi Golkar ini. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga