Festival Ekraf Perdana Kota Probolinggo Sukses Digelar, Wali Kota Dokter Aminuddin Janjikan Digelar Rutin Tiap Tahun

Arif Mashudi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 17:52 WIB

 

PERDANA: Wali Kota Probolinggo dokter Aminuddin dan ketua TP PKK Evariani Aminuddin saat meninjau salah satu stan di festival Ekraf perdana Kota Probolinggo. (Fahreza Nuraga/ Radar Bromo)
PERDANA: Wali Kota Probolinggo dokter Aminuddin dan ketua TP PKK Evariani Aminuddin saat meninjau salah satu stan di festival Ekraf perdana Kota Probolinggo. (Fahreza Nuraga/ Radar Bromo)

 

KANIGARAN, Radar Bromo–Untuk pertama kalinya, Festival Ekonomi Kreatif (Ekraf) digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo. Acara yang digelar di GOR A. Yani, Selasa (28/7) itu berlangsung sukses dan akan kembali digelar di tahun-tahun berikutnya.

Festival ekraf tahun ini diikuti 20 stan UMKM yang mewakili 17 subsektor ekonomi kreatif.

Meliputi kuliner, kriya, fesyen, pengembang permainan (game), aplikasi, film, animasi, video, musik, seni rupa, seni pertunjukan, desain komunikasi visual (DKV), desain produk, fotografi, periklanan, hingga penerbitan. Beragam produk kreatif yang dipamerkan menarik perhatian pengunjung yang didominasi pelajar.

Suasana festival semakin semarak dengan penampilan tari tradisional, musik tradisional, band pelajar, hingga pertunjukan komunitas seni. Kegiatan yang dimulai sejak pagi itu berlangsung hingga malam hari.

Sebelum seremoni pembukaan, Wali Kota Probolinggo Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari dan Ketua TP PKK Evariani berkeliling mengunjungi stan peserta.

Selain melihat lebih dekat potensi industri ekonomi kreatif di Kota Probolinggo, mereka juga berbelanja kuliner, kain bordir, dan berbagai aksesori.

BERSOLEK: Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin (tengah, depan), wawali Ina Dwi Lestari, ketua TP PKK Evariani Aminuddin, Sekda Budi Wirawan (depan kiri), Ketua Dispopar M Abas (dua dari kanan) berpose bersolek usai seremoni pembukaan festival ekraf perdana di GOR A Yani, Selasa (28/7).
BERSOLEK: Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin (tengah, depan), wawali Ina Dwi Lestari, ketua TP PKK Evariani Aminuddin, Sekda Budi Wirawan (depan kiri), Ketua Dispopar M Abas (dua dari kanan) berpose bersolek usai seremoni pembukaan festival ekraf perdana di GOR A Yani, Selasa (28/7).

 

Wali Kota Aminuddin menegaskan, Festival Ekraf bukan sekadar hiburan. Namun menjadi momentum memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.

"Ini merupakan event Ekonomi Kreatif pertama di Kota Probolinggo. Insyaallah ini akan terus berlanjut, Ekraf kedua, ketiga, dan seterusnya. Tentunya, kami nanti berkomitmen agar kegiatan semacam ini tidak hanya berbicara tentang produk dan jasa, tetapi juga kreativitas,” jelasnya.

Menurutnya, huruf "K" pada slogan Kota Probolinggo Bersolek memiliki makna kreatif. Karena itu, seluruh potensi daerah diharapkan dapat dikreasikan menjadi produk bernilai tambah.

Mulai dari pakaian, kuliner, hingga berbagai inovasi berbasis budaya, teknologi, dan kemampuan masyarakat.

"Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan, pelatihan, promosi, serta kemudahan akses bagi pelaku UMKM agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas,” terangnya.

Ketua Panitia Festival Ekraf Kota Probolinggo Ibnu Wahyudi mengatakan, festival dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif. Sekaligus memperkenalkan potensi Kota Probolinggo kepada masyarakat.

"Kami juga menggandeng komunitas seni anak-anak muda agar festival ini menjadi ruang kreativitas yang mampu menarik minat seluruh lapisan masyarakat. Khususnya generasi muda untuk meningkatkan kecintaannya terhadap produk-produk lokal," ungkapnya.

Ia berharap Festival Ekraf 2026 mampu mendorong lahirnya lebih banyak pelaku ekonomi kreatif, memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kolaborasi, melahirkan inovasi baru.

Serta memperkuat identitas Kota Probolinggo sebagai kota yang kreatif, produktif, dan berdaya saing.

"Festival ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat mampu menghadirkan ruang ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap produk lokal," ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Ketua Umum BPC HIPMI Kota Probolinggo Yuki Rizki. Menurutnya, Festival Ekraf menjadi langkah positif pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas masyarakat.

"Harapan kami, para pelaku UMKM tidak hanya difasilitasi saat festival berlangsung, tetapi juga terus diberikan tempat dan kesempatan untuk memamerkan karya serta produknya secara berkelanjutan. Sehingga produk-produk lokal semakin dikenal masyarakat luas dan mampu meningkatkan daya saing," ungkapnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
festival ekraf dispopar Kota Probolinggo Wali Kota Probolinggo dokter aminuddin