KANIGARAN, Radar Bromo - Gelaran Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Suroyo Kota Probolinggo, belum steril dari kendaraan bermotor. Minggu (26/7) pagi, banyak pengendara sepeda motor yang melintas di tengah kepadatan pengunjung CFD. Sejumlah pengunjung pun merasa tak nyaman karena keamanannya terganggu.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, di sisi kanan dan kiri sepanjang Jalan Suroyo dipadati pedagang yang berjualan. Bagian tengah jalan menjadi akses pejalan kaki atau pengunjung CFD. Namun kenyamanan dan keamanan mereka terganggu, sebab masih banyak pengendara motor yang nekat masuk ke jalur CFD.
Padahal, kondisi jalan padat dengan pengunjung yang sedang jalan kaki. Tak sedikit pemotor yang dengan mudah keluar masuk jalur CFD. Padahal, jam masih menunjukkan sekitar pukul 8.00 hingga pukul 9.00.
Seharusnya, kendaraan bermotor baru bisa melintas setelah pukul 11.00.
Di lokasi juga tidak terlihat petugas yang menjaga ataupun menghalau pemotor untuk tidak masuk ke jalur CFD. Juru pakir (jukir) yang ada di lokasi hanya fokus menjaga dan menata kendaraan yang parkir.
Warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Nurul Huda, 28, mengatakan, kenyaman dan keamanan bagi pengunjung CFD tentu terganggu. Apalagi, bagi mereka yang membawa anak jalan kaki di sepanjang jalur CFD, tiba-tiba ada sepeda motor yang melintas.
Meski sepeda motor melaju dengan pelan, tapi mengkhawatirkan dan membahayakan.
“Namanya Car Free Day, seharusnya steril dari kendaraan bermotor,” ujarnya.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kota Probolinggo Partono Bastian mengatakan, setiap kegiatan CFD pihaknya mengerahkan sekitar 40 personel Dishub. Mereka disebar di titik perempatan atau persimpangan.
Menurutnya, petugas sudah berusaha menghalau dan melarang kendaraan bermotor masuk ke jalur CFD. Namun, ternyata tidak sedikit yang memaksa menerobos.
“Kami akan evaluasi kembali pengawasan pelaksanaan CFD. Karena sering juga PKL yang membawa kendaraan masuk ke jalur CFD,” terangnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga