MAYANGAN, Radar Bromo - Dari 100 lebih pohon yang ditanam dalam proyek Revitalisasi Trotoar Alun-Alun Kota Probolinggo, sebanyak 23 pohon mati. Pemkot Probolinggo pun meminta CV Probolinggo Cemerlang selaku pelaksana proyek untuk mengganti dengan pohon baru.
Minggu (26/7), puluhan pohon yang mati itu dibongkar dan diganti dengan pohon baru. Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, ratusan pohon yang ditanam pada akhir 2025 itu, sebagian besar terlihat subur dan daunnya lebat. Berbeda dengan pohon yang mati, batangnya kering dan tidak tumbuh daun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Gofur Effendi mengaku, sudah mengirim surat kepada pelaksana proyek untuk mengganti pohon di alun-alun yang mati. Sebab, sejauh ini masih masa pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab pelaksana.
“Pohon Pule yang mati terdata 23 pohon. Tanggal 13 Juli kemarin, kami mengirim surat pada penyedia (pelaksana) untuk mengganti tanaman atau pohon yang mati,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Agus Dwiwantoro mengatakan, puluhan pohon pule yang mati itu disebabkan sejumlah faktor. Mulai dari kondisi pohon stres karena ketidakcocokan media tanam, tanah, dan lainnya, sehingga akar pohon tidak berkembang.
“Penyiraman tanaman di alun-alun sudah dilakukan secara rutin. Hanya saja, musim kemarau saat ini panasnya ekstrem,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga