MAYANGAN, Radar Bromo- Sebuah rumah di Jalan Panjaitan, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ludes dilalap si jago merah. Sabtu (25/7) dini hari, kebakaran hebat itu diduga dipicu korsleting listrik.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, bangunan dua lantai itu rusak berat dengan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Anggota Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Sulaiman mengatakan, kebakaran kali pertama diketahui sekitar pukul 04.39 oleh sekelompok remaja yang kebetulan melintas di Jalan Panjaitan. Mereka melihat kobaran api sudah membesar.
“Mereka datang ke mako kami (Damkar), menginformasikan adanya kebakaran di rumah kosong tersebut," ujarnya.
Mendapatkan laporan itu, petugas langsung meluncur ke lokasi kejadian. Membawa dua unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 4.000 liter dan 6.000 liter.
Api benar-benar sudah menguasai hampir seluruh bagian bangunan, baik lantai satu maupun lantai dua.
Sulaiman menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala karena konstruksi lantai dua rumah tidak menggunakan dak beton melainkan papan kayu.
Kondisi ini membuat petugas harus bekerja lebih hati-hati lantaran khawatir struktur bangunan ambruk saat proses pemadaman berlangsung.
“Kalau akses dari depan rumah sebenarnya mudah. Namun, untuk menjangkau lantai dua cukup sulit, karena lantainya terbuat dari papan kayu. Saat terbakar seperti ini, kami khawatir kayunya runtuh dan membahayakan petugas," jelasnya.
Meski menghadapi kendala, petugas berupaya memadamkan api secepat mungkin. Serta, mencegah kobaran api merembet ke rumah-rumah warga di sekitarnya mengingat jarak antarbangunan cukup berdekatan.
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.10.
Beruntung, rumah dalam kondisi kosong, sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada barang-barang maupun aktivitas di dalam rumah karena memang kosong. Namun api sempat melalap plafon dan rangka atap kayu hingga sebagian bangunan runtuh," terangnya.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan terkuat mengarah pada korsleting listrik.
"Tidak ditemukan aktivitas seperti memasak atau pembakaran sampah di lokasi. Karena itu, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik," ujarnya. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi