Wisata yang dikelola BUMDes Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar itu jadi nampak tak terawat. Namun, Pemdes Liprak Kidul menepis isu bahwa wisata tersebut terbengkalai.
Kades Liprak Kidul Muhammad Ali mengatakan, WHJR merupakan wisata desa. Dibangun secara bertahap sebagai salah satu wisata alternatif desa.
Harapannya dapat memberikan sumbangan pada PADes. Karena itulah, wisata yang telah berjalan tersebut terus dijaga agar memberikan dampak positif bagi pemerintah desa dan masyarakat sekitar.
“Wisata dibangun secara bertahap. Tentunya setelah beroperasi dijaga dengan baik,” katanya, Sabtu (25/7).
Perihal kondisi WHJR yang saat ini terkesan tidak terpelihara, Ali menjelaskan hal itu terjadi karena beberapa hal.
Di antaranya karena diterpa angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu. Sehingga menyebabkan pohon di sekitar wisata tumbang. Lalu menimpa beberapa fasilitas wisata yang ada.
Faktor lain, karena banyaknya sampah yang didominasi oleh daun kering di kawasan wisata. Namun, sampah itu menurutnya ada karena angin yang berhembus saat ini begitu kencang.
Baca Juga: Desa Liprak Kidul Terus Kembangkan Wisata Hutan Jati Raya
Pihaknya menurut Ali rutin membersihkan lokasi wisata seminggu sekali. Saat angin kencang seperti sekarang, bersih-bersih dilakukan dalam jangka waktu agak lama. Selama bersih-bersih itu, wisata memang ditutup sementara.
“Memang ada beberapa fasilitas yang rusak. Itu karena pohon tumbang. Segera kami lakukan pemeliharaan. Sekaligus bersih-bersih kawasan wisata,” jelasnya.
Ali menegaskan bahwa kondisi yang terjadi di WHJR saat ini murni terjadi karena musim. Bukan karena dibiarkan begitu saja sehingga terbengkalai.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pengelola wisata agar tetap menjaga wisata yang telah menjadi ikon Desa Liprak Kidul tersebut.
“Membangun wisata membutuhkan perjuangan. Masa setelah setelah jadi kami biar begitu saja. Itu tidak benar,” tegasnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi