Rumah Layak-Layanan Sehat Perkuat Kesejahteraan Warga Desa Triwungan di Kotaanyar Probolinggo

Didik Purwanto • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB
LAYAK HUNI: Penerima RTLH Sriana (tengah) didampingi TPK Desa Triwungan Tihar (kiri). RUmah Sriana kini lebih layak ditempati setelah dibenahi. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)
LAYAK HUNI: Penerima RTLH Sriana (tengah) didampingi TPK Desa Triwungan Tihar (kiri). RUmah Sriana kini lebih layak ditempati setelah dibenahi. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)

PEMERINTAH Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar terus memperkuat komitmennya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

Mulai dari bantuan sosial, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga pelayanan kesehatan menjadi prioritas yang dijalankan secara bertahap.

Tahun ini, sebanyak lima keluarga penerima manfaat (KPM) menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). Di sektor perumahan, tiga unit RTLH menjadi sasaran rehabilitasi.

Satu unit telah rampung dikerjakan di Dusun Krajan RT 4/RW 2 milik Sriana, seorang penjual serabi. Dua rumah lainnya milik Sadi di RT 13/RW 6 dan Shaleh di RT 5/RW 3 segera memasuki tahap pelaksanaan.

Bagi Sriana, bantuan tersebut menjadi jawaban atas kondisi rumahnya yang selama bertahun-tahun kurang layak dihuni. Atap yang bocor saat hujan kini telah berganti, sehingga keluarganya dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.

"Dulu kalau hujan selalu waswas karena rumah bocor. Sekarang alhamdulillah rumah sudah layak ditempati. Saya sangat bersyukur atas bantuan ini," ungkapnya.

Di bidang kesehatan, Pemerintah Desa (Pemdes) Triwungan juga menggelar pengobatan gratis di Balai Desa pada Kamis (2/7) lalu.

Program tersebut melengkapi pelayanan Posyandu yang menaungi sekitar 400 balita, 19 ibu hamil, 75 ibu menyusui, 40 lansia, dengan dukungan 21 kader yang tersebar di empat dusun, yakni Krajan, Pande, Morong, dan Banganyar.

Kepala Desa Triwungan, Jamaluddin Joni berharap, seluruh masyarakat ikut menjaga hasil pembangunan yang telah diwujudkan bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Kami akan terus berupaya menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan. Mari bersama-sama menjaga setiap hasil pembangunan agar manfaatnya bisa dinikmati seluruh masyarakat," katanya. 

PASAR DESA: Kepala Desa Triwungan, Jamaluddin Joni menunjukkan bangunan pasar desa yang sudah siap untuk digunakan. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)
PASAR DESA: Kepala Desa Triwungan, Jamaluddin Joni menunjukkan bangunan pasar desa yang sudah siap untuk digunakan. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Transparansi-Pemberdayaan Jadi Kunci Pembangunan

PEMERINTAH Desa (Pemdes) Triwungan, Kecamatan Kotaanyar tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Tetapi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan tata kelola pemerintahan yang terbuka.

Langkah itu diyakini menjadi pondasi penting untuk mendorong kemajuan desa secara berkelanjutan.

Salah satu upaya yang sudah dilakukan adalah membangun pasar desa yang berada tepat di samping kantor desa. Sejumlah kios dan lapak telah disiapkan agar segera dimanfaatkan masyarakat.

WIBAWA: Kepala Desa Triwungan, Jamaluddin Joni. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)
WIBAWA: Kepala Desa Triwungan, Jamaluddin Joni. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Keberadaan pasar tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Potensi ekonomi desa juga terus berkembang melalui berbagai usaha mandiri warga. Beragam produk UMKM seperti keripik tempe, kerupuk ikan, rengginang, aneka kue basah hingga usaha meubel di Dusun Morong menjadi bukti tumbuhnya semangat berwirausaha di tengah masyarakat.

Selain itu, Melalui dukungan program corporate social responsibility (CSR) PT YTL Paiton berupa pavingisasi, area pasar desa dan halaman kantor desa semakin menunjang aktivitas pelayanan publik maupun kegiatan ekonomi warga.

Kepala Desa Triwungan, Jamaluddin Joni mengatakan, pembangunan desa harus dijalankan secara terbuka agar mendapat kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan bukan semata diukur dari besarnya proyek yang dikerjakan, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

"Membangun desa itu bukan soal gengsi, tapi soal keberanian untuk melayani masyarakat apa adanya," pungkasnya.

Rencana Pembangunan Tahun 2026

 

·         Pemberian BLT DD untuk 5 keluarga penerima manfaat

·         Perbaikan rumah tak layak huni 3 unit

·         Posyandu untuk 400 balita, 19 ibu hamil, 40 lansia, 75 ibu menyusui , 21 kader posyandu (dik/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
desa triwungan kecamatan kota anyar transparansi desa