KANIGARAN, Radar Bromo- Revitalisasi trotoar sisi barat Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Probolinggo, benar-benar butuh anggaran besar. Untuk menggarap proyek ini sampai rampung dibutuhkan anggaran total sekitar Rp 28,5 miliar.
Agar proyek ini bisa selesai tahun depan, dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp 25 miliar. Namun dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2027, Dinas Pekerjaaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo hanya mengusulkan Rp 20 miliar.
Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Gofur Effendy mengatakan, untuk merevitalisasi trotoar sisi barat Jalan Cokroaminoto dengan panjang sekitar 1,3 kilomter dibutuhkan anggaran total Rp 28,5 miliar.
Tahun ini telah dialokasikan sekitar Rp 4 miliar, sehingga untuk menyelesaikannya dibutuhkan tambahan anggaran Rp 25 miliar.
“Tahun 2027, kami usulkan anggaran Rp 20 miliar. Nanti sisa pekerjaan yang belum terlaksana akan dirampungkan tahun 2028,” katanya, Rabu (22/7).
Mendapati itu, Badan Anggaran (Banggar) DPRD meminta anggaran ditambah agar proyeknya bisa rampung tahun depan. Seperti disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan.
Menurutnya, proyek revitalisasi trotoar Jalan Cokro sebaiknya diselesaikan tahun depan. Mumpung tema pembangunan Kota Probolinggo tahun depan adalah infrastruktur. Serta, agar tidak ada pekerjaan rumah lagi untuk proyek trotoar Jalan Cokro.
“Revitalisasi Jalan Cokro lebih baik ditambahkan anggaran menjadi Rp 25 miliar. Supaya tuntas tahun 2027. Jika memang tidak mau diselesaikan tahun depan, lebih baik anggaran Rp 20 miliar itu dikurangi Rp 2 miliar dan dialihkan ke Jalan Citarum yang butuh Rp 2 miliar,” ujar Muchlas dalam Rapat Banggar Pembahasan KUA PPAS 2027.
Atas saran dan masukan Banggar, Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan mengatakan, pihaknya akan mencarikan anggaran tambahan untuk bisa memenuhi kebutuhan anggaran revitalisasi trotoar Jalan Cokro menjadi Rp 25 miliar. Di antaranya, dapat dialihkan dari dana cadangan.
“Untuk Jalan Cokro, nanti direncanakan rampung tahun 2027. Kekurangan anggaran Rp 5 miliar bisa dari mengurangi dana cadangan,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga