Pemerintah Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Genjot Program Ekonomi dan Sosial

Inneke Agustin • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 09:00 WIB
SEHAT: Kepala Desa Tempuran Alisat meninjau Kegiatan Posyandu di Dusun Kapuran, Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Selasa (21/7). (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)
SEHAT: Kepala Desa Tempuran Alisat meninjau Kegiatan Posyandu di Dusun Kapuran, Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Selasa (21/7). (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)

PEMERINTAH Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai program pemberdayaan ekonomi dirancang. Mulai pengentasan kemiskinan hingga peningkatan layanan kesehatan terhadap seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu program yang menjadi perhatian tahun ini adalah penyaluran bantuan Jatim Puspa (Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan). Program Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini dikelola Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo. Sasarannya perempuan dari keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah graduasi agar mampu mandiri secara ekonomi.

Ada 60 KPM di Desa Tempuran yang mendapatkan bantuan sarana penunjang usaha. Sesuai bidang usaha masing-masing. Mulai dari mesin jahit, oven, kompor, etalase, hingga bibit jagung dan ayam bagi warga yang menekuni sektor peternakan dan pertanian.

“Harapannya, bantuan ini dapat menjadi modal bagi para penerima untuk mengembangkan usahanya, sehingga pendapatan keluarga meningkat dan mereka semakin mandiri," ujar ujar Kepala Desa Tempuran Alisat.

Selain mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, pemerintah desa juga terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan. salah satunya melalui kegiatan Posyandu yang dilaksanakan rutin setiap bulan di seluruh dusun.

Pelayanan ini menyasar berbagai kelompok usia. Mulai dari balita, ibu hamil, remaja, hingga warga lanjut usia (lansia). “Kami ingin pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh masyarakat. Karena itu, Posyandu rutin digelar setiap bulan di masing-masing dusun agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan," katanya.

Pemerintah desa juga rutin memberikan santunan kepada anak yatim sekaligus menggelar doa bersama setiap Muharam. Tahun ini, ada 14 anak yatim yang mendapatkan santunan. “Dalam acara itu, kami juga memanjatkan doa untuk kesejahteraan masyarakat kami,” tuturnya

KOKOH: Sejumlah pekerja menggarap pembangunan TPT sepanjang 64 meter dengan tinggi 2,25 meter di Dusun Kapuran. (PEMDES TEMPURAN/JAWA POS RADAR BROMO)
KOKOH: Sejumlah pekerja menggarap pembangunan TPT sepanjang 64 meter dengan tinggi 2,25 meter di Dusun Kapuran. (PEMDES TEMPURAN/JAWA POS RADAR BROMO)

Program strategis nasional pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Tempuran. Pemerintah desa menyediakan lahan startegis di Dusun Kapuran, sesuai hasil musyawarah bersama pemerintah desa dan masyarakat.

Menurut Alisat, lokasi tersebut sangat strategis. Berada di dekat jalan utama desa serta mudah dijangkau masyarakat. “Kami berharap keberadaan KDKMP mampu menggerakkan roda perekonomian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan usaha bersama," katanya. (gus/rud/*)

 

BERDAYA: Kepala Desa Tempuran Alisat (tiga dari kanan) usai menyerahkan bantuan alat usaha kepada salah satu penerima manfaat dari Program Jatim Puspa di Desa Tempuran.
BERDAYA: Kepala Desa Tempuran Alisat (tiga dari kanan) usai menyerahkan bantuan alat usaha kepada salah satu penerima manfaat dari Program Jatim Puspa di Desa Tempuran.

Tingkatkan Infrastruktur, Sediakan Rumah Layak Huni

PEMBANGUNAN infrastruktur di Desa Tempuran, terus dilakukan. Tujuannya, untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan kualitas hidup warga.

Dalam pencairan Dana Desa (DD) tahap pertama tahun ini, pemerintah desa membangun kanopi area parkir Kantor Desa Tempuran. Fasilitas ini disiapkan agar masyarakat yang datang mengurus administrasi maupun pelayanan publik, dapat menunggu dengan lebih nyaman tanpa terganggu panas maupun hujan.

“Fasilitas ini kami bangun agar masyarakat merasa lebih nyaman saat datang ke kantor desa. Pelayanan publik juga akan semakin baik jika didukung sarana yang memadai," ujar Bendahara Desa Tempuran Abdul Rahman.

Warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH), juga digelontor bantuan. Tahun ini ada tiga unit rumah warga yang dibangun. Dua unit di Dusun Triwung dan satu unit di Dusun Krajan. Penerima bantuan merupakan warga yang benar-benar membutuhkan. Khususnya, warga lansia kurang mampu yang selama ini tinggal di rumah berdinding gedek dengan kondisi atap yang telah rusak.

“Kondisi rumah mereka memang sudah memprihatinkan. Dindingnya dari anyaman bambu, atapnya bocor, sementara penghuninya sudah lanjut usia dan tidak lagi mampu bekerja. Karena itu, kami prioritaskan agar mereka memiliki rumah yang lebih layak," jelasnya.

Melalui dana Bantuan Keuangan (BK), Pemerintah Desa Tempuran melaksanakan peningkatan kualitas infrastruktur jalan desa. Salah satunya berupa pengaspalan jalan sepanjang sekitar 250 meter dengan lebar 2,5 meter di Dusun Krajan. Jalan ini sebelumnya mengalami kerusakan sehingga licin dan sulit dilalui saat musim hujan.

Selain pengaspalan, dilakukan pula pavingisasi sepanjang 250 meter dengan lebar yang sama. Jalan ini merupakan akses penting yang menghubungkan kawasan permukiman warga, jalan pendidikan, hingga jalan usaha tani. “Kami berharap setelah diperbaiki, aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar, baik untuk berangkat sekolah, mengangkut hasil pertanian, maupun aktivitas sehari-hari," katanya.

Di Dusun Kapuran, pemerintah desa membangun tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 64 meter dengan tinggi 2,25 meter. Sebagai langkah mitigasi bencana untuk mencegah terjadinya longsor di area lapangan kerapan sapi dan kambing yang menjadi salah satu fasilitas masyarakat desa. (gus/rud/*)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
kesejahteraan masyarakat tempuran pemerintah desa bantaran ekonomi