KANIGARAN, Radar Bromo- Angka inflasi Kota Probolinggo sempat naik lipat tiga di angka 0,18. Karena itu, Pemkot Probolinggo kembali mengeluarkan “jurus andalan.” Menggelar pasar murah.
Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di depan Kios Pangan Kopi Siaga, Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo, Selasa (21/7). Keberadaannya langsung diserbu warga. Dalam waktu sekitar 3 jam, bahan pangan ludes terjual.
Ada berbagai kebutuhan pokok yang dijual. Di antaranya, 1 ton beras SPHP dijual Rp 57.000 per 5 kilogram, 200 kilogram gula pasir dihargai Rp 15.000 per kilogram, 60 karton Minyakkita dijual Rp 31.000 per 2 liter, dan telur ayam Rp 25.000 per kilogram.
“Harga murah, di bawah harga pasar semua. Jadi tidak masalah antre. Gula di pasar Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu, di sini hanya Rp 15 ribu. Minyak goreng juga gitu, di pasar per linter Rp 18 ribu, di sini dua liter hanya Rp 31 ribu,” ujar warga Kanigaran Kota Probolinggo, Aliya, 45.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan, GPM merupakan salah satu langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus menekan laju inflasi daerah. Bulan kemarin angka inflasi Kota Probolinggo di angka 0,18, sempat naik dibanding bulan sebelumnya 0,03.
“Pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Kami juga menjaga agar harga di tingkat pedagang tetap stabil, sehingga tidak merugikan pelaku usaha. Karena itu, pembelian beberapa komoditas, seperti beras dan minyak goreng dibatasi agar distribusinya merata dan bisa dinikmati lebih banyak masyarakat,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni