KANIGARAN, Radar Bromo- Program ternak burung puyuh di Kota Probolinggo dipastikan berlanjut. Wali Kota Probolinggo Aminuddin menepis jika program yang melibatkan 17 penerima manfaat ini disebut gagal.
Aminuddin mengatakan, dari 17 penerima manfaat tahun ini, hanya dua peternak yang gagal. Artinya, budi daya burung puyuh sekitar 90 persen sukses.
“Program budi daya ternak burung puyuh disebut gagal itu dilihat dari mana? Bisa dilihat, dari 17 penerima program ternak burung puyuh, hanya dua peternak yang gagal,” ujarnya.
Ia menegaskan, program ternak burung puyuh ini dipastikan akan dilanjutkan tahun depan. Program ini dapat membantu perekonomian masyarakat. Namun evaluasi atau kajian lebih lanjut tetap perlu dilakukan. Agar pelaksanaannya bisa lebih maksimal dan semuanya sukses.
“Dari 17 penerima manfaat, hanya 2 orang yang gagal. Kemudian, 3 orang lagi sebenarnya sudah jalan, tapi tidak mampu melanjutkan dan diserahkan kepada penerima manfaat lain. Selebihnya, sebagian besar peternak burung puyuh itu sukses terlaksana,” jelas Aminuddin.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, dari 17 penerima manfaat program ternak buruh puyuh, 2 peternak gagal. Sebab, hasilnya langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Bukan digunakan untuk membeli pakan burung untuk berkelanjutan usahanya karena itu kesulitan untuk penyediaan pakan puyuhnya.
“Ditambah harga pakan memang naik, jadi peternak makin kesulitan dan tidak mampu. Tapi, sebagian besar penerima manfaat bisa mengelola dan tetap berlanjut,” terangnya. (mas/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni