Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Lucia Aries Yuliyanti mengatakan, anggaran miliaran itu juga mencakup pengadaan seluruh perangkat pendukung guna membangun sistem pengawasan kota. Nantinya, semua kamera diintegrasikan dengan Command Center.
Menurutnya, anggaran pengadaan CCTV itu termasuk dalam program Pembangunan CCTV Surveillance Kota Probolinggo. Anggarannya diajukan melalui Perubahan APBD 2026.
“Melalui sistem tersebut, seluruh rekaman CCTV dapat dipantau secara real time dari Command Center di Gedung Meteor. Tayangan juga dapat diakses oleh masyarakat serta instansi atau lembaga terkait sesuai kebutuhan,” terangnya.
Lusi (panggilannya) mengatakan, pengadaan tersebut direncanakan mencakup pemasangan CCTV di 274 titik. Bukan 300 CCTV seperti disebut sebelumnya.
"Tujuan utama pengadaan CCTV bukan sekadar memasang kamera, namun membangun sistem pengawasan kota yang terintegrasi dengan Command Center. Ini dilakukan untuk mendukung keamanan, ketertiban, pengelolaan lalu lintas, pelayanan publik, dan pengambilan keputusan berbasis data visual secara real-time," katanya.
Perangkat yang dipilih adalah Internet Protocol Camera (IP Camera/IPCAM) outdoor beresolusi 4 megapiksel (MP).
Spesifikasi tersebut dinilai mampu menghasilkan kualitas gambar yang jelas untuk pemantauan ruang publik. Baik siang maupun malam hari.
Kamera tersebut juga dilengkapi fitur pencahayaan untuk kondisi minim cahaya. Juga dirancang bekerja secara stabil di lingkungan luar ruangan.
Selain kualitas gambar, pemilihan perangkat juga mempertimbangkan kemampuan integrasi dengan sistem pengawasan yang dibangun secara terpusat.
Seluruh kamera nantinya akan terhubung dengan Command Center. Juga didukung sistem penyimpanan ganda (double backup), perangkat jaringan, server, serta Video Management System (VMS).
Lusi menegaskan, penentuan spesifikasi perangkat tidak didasarkan pada merek tertentu. Perangkat dipilih berdasarkan kemampuan memenuhi kebutuhan teknis dan prinsip value for money dalam pembangunan sistem CCTV Kota Probolinggo.
Menurutnya, sejumlah aspek jadi pertimbangan. Mulai dari keberlanjutan operasional, kemudahan pemeliharaan, ketersediaan dukungan teknis, interoperabilitas sistem, hingga kesesuaian dengan anggaran yang telah disusun.
"IP CAM yang kami pilih nantinya terstandar ONVIF. Kualitas gambarnya lebih baik, ada fasilitas instalasi lebih praktis, lebih hemat bandwidth, terdapat media penyimpanan internal yang dapat menyimpan hasil rekaman ketika integrasi terputus. Jadi bisa standalone atau berdiri sendiri ketika tidak terhubung dengan jaringan," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, anggaran sebesar Rp 3,9 miliar untuk pengadaan 274 CCTV itu dinilai tidak wajar oleh DPRD Kota Probolinggo.
Ketua Komisi III DPRD Muchlas Kurniawan punya logika hitungan sendiri. Menurutnya, dengan total anggaran sekitar Rp 3,9 miliar, maka pagu anggaran per titik mencapai sekitar Rp 13 juta.
Angka tersebut jauh di atas harga CCTV yang beredar di pasaran. Bahkan, CCTV dengan spesifikasi empat kamera sekalipun, harganya di kisaran Rp 3 juta saja.
Karena itu, dia berjanji perencanaan anggaran pengadaan CCTV itu akan dikaji ulang. Harapannya, perencanaan anggaran pengadaan mendekati harga riil. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi