KOTAANYAR, Radar Bromo-Kebakaran yang menghanguskan rumah Kades Tambakukir Mohammad Tarsan langsung menjadi atensi DPC Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Probolinggo.
Pengurus DPC PKDI pun bergerak cepat memastikan kondisi, sekaligus memberikan dukungan moril pada sang kades yang tengah dirundung cobaan.
Ketua DPC PKDI Kabupaten Probolinggo Sanemo mengatakan, kebakaran yang terjadi di rumah Kades Tambakukir membuat kaget dan mengundang simpati. Sebab, kebakaran itu membuat Kades Tambakukir kehilangan hunian.
Bahkan, keluarga Kades untuk sementara waktu harus menumpang di rumah saudaranya yang berdekatan.
“Mendengar kabar rumah terbakar habis, kami datang dan menemui Kades Tambakukir yang juga anggota DPC PKDI Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Tujuannya, memastikan penyebab kebakaran dan melihat kondisi terkini dampak kebakaran. Selanjutnya, berupaya memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh korban.
Sanemo mengatakan, Kades Tambakukir merupakan sosok yang sederhana. Rumahnya saja masih terbuat dari bangunan semipermanen.
Baca Juga: Ditinggal Jenguk Warga Sakit, Rumah Kades Tambakukir Kotaanyar Probolinggo Terbakar
Kondisi itu menyebabkan api merembet dan membakar dengan cepat seluruh rumah. Hanya menyisakan puing.
Bahkan, semua barang milik Kades yang berada di dalam rumah habis tidak tersisa.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan moril. Dalam waktu dekat kami berupaya memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan Kades Tambakukir,” ucapnya.
Kedatangannya juga untuk memastikan bahwa tidak ada dokumen penting desa yang hangus terbakar. Sehingga akan berdampak pada pelayanan administrasi kependudukan masyarakat desa.
“Barang yang terbakar mayoritas milik pribadi. Jika nantinya memang ada dokumen penting desa yang turut terbakar, tentunya akan kami bantu mengurusnya kembali,” jelasnya.
Diketahui, kebakaran hebat terjadi di Dusun Krajan, Desa Tambakukir, Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Sabtu malam (18/7).
Rumah Kades Tambakukir Mohammad Tarsan terbakar hingga luluh lantak. Korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.35. Saat itu korban bersama istri dan anaknya keluar rumah untuk menjenguk salah satu warga yang sedang sakit. Rumah ditinggal dalam keadaan kosong.
Tak lama kemudian, muncul kobaran api dari bagian tengah rumah. Ruangan tengah ini difungsikan sebagai tempat kerja, sekaligus tempat untuk melayani masyarakat saat mendesak. Berisi laptop dan salinan dokumen desa. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi