Arek Mayangan Probolinggo Dibondet saat Asyik Main Bola di Tengah Jalan, Delapan Pemuda Ditangkap, Ini Motifnya

Inneke Agustin • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 18:03 WIB

 

LUKA: Korban Muhammad Toni, 23 saat menunjukkan celana panjangnya yang penuh noda darah di rumahnya di Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Minggu (19/7). (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
LUKA: Korban Muhammad Toni, 23 saat menunjukkan celana panjangnya yang penuh noda darah di rumahnya di Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Minggu (19/7). (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

 

MAYANGAN, Radar Bromo-Muhammad Toni, 23, warga Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo sedang asyik main bola, Minggu (19/7) dini hari itu di ruas jalan yang sepi.

Di tengah keseruan itu, tiba-tiba saja, dia dilempar bondet oleh sejumlah pemuda asal Kanigaran. Delapan orang yang diduga pelaku akhirnya diamankan.

Korban bercerita, malam itu dirinya bersama beberapa temannya sedang bermain sepak bola di Jalan Ikan Tengiri, Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, sekitar pukul 00.30.

Tiba-tiba datang tiga pemuda berkendara dua motor dari timur. Satu orang berkendara seorang diri, dua orang berboncengan.

Sesampainya di depan korban, para terduga pelaku langsung melempar bondet. “Yang melempar bondet itu yang bonceng. Setelah itu, kabur ke arah barat,” terang Toni.

Suara ledakan pun terdengar sampai jarak sekitar 500 meter. Namun tak banyak warga yang mengetahui itu serangan bondet. Mereka mengira suara itu berasal dari ban truk yang meletus.

Baca Juga: Teka-teki Pelempar Bondet di Rumah Warga Wonorejo Lumbang Pasuruan Masih Misteri, Ini Kendala Polisi

“Saya saja masih tidak paham apa yang terjadi saat itu. Tiba-tiba terasa basah di celana sebelah kanan,” ujar lelaki yang berprofesi nelayan itu.

Toni lantas memeriksanya, dan ternyata itu darah. Ia pun segera pulang ke rumahnya yang berjarak 300 meter dari lokasi kejadian.

“Saya kemudian ganti sarung. Saya cek kok ternyata paha saya lubang. Baru kemudian saya berangkat ke IGD RSUD dr. Mohammad Saleh untuk berobat. Luka saya dijahit empat jahitan,” tambahnya.

Pihak kepolisian pun langsung memburu para terduga pelaku. Tidak lama, mereka ditemukan di basecamp-nya di Jalan Lumajang, Kelurahan Sukoharjo, Kanigaran, Kota Probolinggo.

Kapolsek Mayangan, Kompol Heri Sugiono menyampaikan, di lokasi itu pihaknya mendapati delapan pemuda.

Setelah dinterogasi petugas, mereka akhirnya mengaku telah melempar korban dengan bondet.

Tiga di antaranya datang ke lokasi korban main bola dan melempar bondet. Satu lagi masih pelajar SMP, berperan membuat bondet.

“Bahkan mereka mengakui ternyata malam itu tak hanya melakukan perbuatan itu sekali, melainkan dua kali. Pertama melempar bondet di Jalan Lumajang, lalu berpindah ke Jalan Tengiri,” terang Kapolsek.

Dari tangan mereka, petugas mengamakan tiga senjata tajam (sajam) celurit. Semuanya lantas diamankan ke Mapolresta Probolinggo.

Minggu (19/7) pagi, korban juga diminta keterangan ke Mapolresta Probolinggo. Ia juga dipertemukan dengan para terduga pelaku.

“Jadi ternyata mereka melempar bondet karena minggu sebelumnya sempat ada masalah dengan warga Mayangan di barat. Tapi bukan saya. Akhirnya cari seadanya warga untuk balas dendam. Ya kena ke saya itu,” jelasnya korban. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
bola bondet Mayangan probolinggo