Bakar Sampah, Lalap Bangunan Kosong di TPS Pasar Lama Paiton

Achmad Arianto • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 08:15 WIB
BIKIN PANIK: Tim Damkar Kabupaten Probolinggo memadamkan api di TPS Pasar Lama Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton. (DAMKAR FOR JAWA POS RADAR BROMO)
BIKIN PANIK: Tim Damkar Kabupaten Probolinggo memadamkan api di TPS Pasar Lama Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton. (DAMKAR FOR JAWA POS RADAR BROMO)

PAITON, Radar Bromo - Kebakaran terjadi di sebuah Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) Pasar Lama di Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Jumat (17/7) sore, api dari tumpukan sampah merembet sampai ke bangunan kosong dekat permukiman. Kondisiini sempat membuat panik warga sekitar.

Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian mengatakan, kejadian ini bermula saat orang tak dikenal membakar sampah di TPS. Karena material sampah kering dan angin, api mudah merembet dan membesar. Akhirnya melalap sebuah bangunan kosong tak jauh dari TPS.

Kepulan asap diketahui warga yang tinggal dekat TPS. Mereka berupa memadamkan api dengan peralatan seadanya. Karena kobaran api begitu besar, sulit dipadamkan. Akhirnya, warga melapor ke Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo.

Sebelumnya ada orang bakar sampah kemudian ditinggal,” katanya, Sabtu (18/7).

Menggunakan satu unit mobil damkar, sebanyak enam personel damkar mendatangi lokasi. Mereka bergerak cepat melakukan pemadaman. Pusat kobaran api menjadi fokus penyemprotan air. Kemudian, dilakukan pada wilayah rambatan api. Api akhirnya mengecil dan padam. “butuh waktu satu jam untuk memadamkan api,” ucapnya.

Andrea menuturkan, tidak ada kendala dalam pemadaman. Api yang berkobar membakar TPS dan bangunan kosong sempat membuat warga panik. Sebab, lokasi kebakaran berdekatan dengan permukiman warga.

“Kebakaran terjadi karena human error. Tidak ada korban, api sempat membuat warga khawatir. Beruntung petugas dengan sigap memadamkan api,” katanya. (ar/rud)

Kemarau, Insiden Kebakaran Diprediksi Meningkat

 

MEMASUKI musim kemarau insiden kebakaran menjadi perhatian serius Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Probolinggo. Sebab, makin berpotensi terjadi amukan si jagi merah. Sampai pekan kedua Juli, insiden kebakaran telah mencapai 49 kasus.

Insiden kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Terlebih lagi saat kemarau. Karena itu, masyarakat perlu siaga dan waspada. Kebakaran dapat terjadi karena beberapa sebab. Mulai dari Korsleting listrik hingga kelalaian warga yang sengaja membakar sampah kemudian ditinggal begitu saja tanpa diawasi.

Potensi kebakaran menjadi lebih besar saat kemarau. Kondisi demikian harus disikapi dengan baik dengan meningkatkan kewaspadaan,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Andrea Persaulian.

Mayoritas kebakaran yang terjadi selama ini menimpa bangunan, lahan kosong dekat permukiman, dan barang-barang lainnya. Paling banyak disebabkan korsleting listrik dan human error.

Andrea mengatakan, memasuki kemarau potensi kebakaran diprediksi akan meningkat. Sebab, suhu lebih panas dan lingkungan lebih kering. Titik api yang muncul dapat cepat membesar. Kondisi ini bisa lebih parah ketika angin berhembus kencang.

Namun, potensi kebakaran dapat ditekan dengan  melakukan beberapa cara. Mulai dari mematikan listrik dan gas ketika tidak digunakan. Tidak meninggalkan lilin atau puntung rokok. Menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar jauh dari sumber api, serta memiliki alat pemadam kebakaran di rumah.

Insiden kebakaran dapat bertambah seiring dengan masuknya musim kemarau,” ujarnya. (ar/rud)

 

Editor : Fahreza Nuraga
sukodadi kebakaran tps paiton pasar lama