
PROBOLINGGO, Radar Bromo - Kencangnya embusan Angin Gending yang mulai melanda Kota Probolinggo sejak awal Juni berdampak terhadap meningkatnya gangguan penerangan jalan umum (PJU). Tercatat, jumlah titik PJU yang rusak meningkat sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal.
Koordinator Penerangan Lampu Dishub Kota Probolinggo Alamin mengatakan, angin kencang menyebabkan jaringan kabel PJU saling bergesekan, bahkan bersinggungan dengan ranting pohon. Memicu kabel putus maupun korsleting, sehingga sejumlah lampu padam.
“Jaringan kabel bisa putus akibat tertiup angin, sehingga kami harus menyambung ulang. Ada juga yang korsleting, karena kabel saling menempel," ujarnya.
Jumat (18/7), Dishub melakukan perbaikan di sejumlah lokasi. Di antaranya, empat titik lampu di Jalan Brantas, dua titik di Jalan Ahmad Yani, dua titik di Jalan Panjaitan, serta lima titik di Jalan Pahlawan.
Perbaikan diawali dengan penelusuran jaringan untuk menemukan titik kerusakan sebelum dilakukan penyambungan maupun penggantian komponen yang bermasalah.
“Kami harus mencari dulu titik gangguannya. Setelah ditemukan baru dilakukan perbaikan, baik penyambungan kabel maupun penanganan korsleting," katanya.
Selain dipengaruhi kerusakan jaringan akibat angin, sebagian PJU juga padam karena usia lampu yang sudah melewati masa pakai. Untuk kasus tersebut, Dishub melakukan penggantian unit lampu.
Sejumlah lampu yang diganti berada di Jalan Raden Wijaya dekat simpang Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) sebanyak satu titik. Serta, satu titik lainnya di Jalan Satriyan.
Alamin menyebutkan, sejak angin gending mulai bertiup sejak Juni, intensitas gangguan PJU meningkat signifikan. Jika sebelumnya rata-rata hanya sekitar lima titik yang butuh penanganan, kini bertambah menjadi sekitar delapan titik setiap harinya atau meningkat sekitar 30 persen.
Dishub memperkirakan bulan depan jumlah gangguan berpotensi kembali meningkat. Karena, angin gending diprediksi mencapai puncaknya. Risiko makin besar bila angin kencang disertai pohon tumbang yang dapat merusak jaringan listrik PJU.
“Karena itu, kami juga rutin berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pemangkasan ranting dan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan PJU, sehingga dampak kerusakan bisa diminimalkan," jelasnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga