Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gara-gara Sistem LPSE Eror, Pelebaran Jalan Kerinci Kota Probolinggo Senilai Rp 2,2 M Gagal Tender

Arif Mashudi • Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:06 WIB

 

Ruas jalan Kerinci di Kota Probolinggo yang bakal dilebarkan. Lelang proyek pelebarannya sementara ini masih gagal tender karena sistem LPSE sempat eror. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)
Ruas jalan Kerinci di Kota Probolinggo yang bakal dilebarkan. Lelang proyek pelebarannya sementara ini masih gagal tender karena sistem LPSE sempat eror. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

 

KANIGARAN, Radar Bromo– Tender proyek pelebaran Jalan Kerinci senilai Rp 2,2 miliar di Kota Probolinggo, dipastikan gagal. Penyebabnya, terjadi gangguan sistem pada aplikasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) saat proses pengunggahan dokumen.

Status gagal tender itu diketahui dari laman resmi LPSE Kota Probolinggo. Dalam penjelasan resmi di situs itu disebutkan, kegagalan terjadi karena ditemukan kesalahan pada Dokumen Pemilihan.

Dokumen dinilai tidak sesuai dengan ketentuan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahan dan aturan turunannya.

Kepala Bagian PBJ Setda Kota Probolinggo Ari Puspita membenarkan gagalnya proses tender tersebut. Menurut dia, kegagalan disebabkan oleh sistem eror ketika mengunggah dokumen pekerjaan.

"Akhirya kami terpaksa menyatakan tender ini gagal karena adanya sistem eror pada aplikasi LPSE yang mengganggu proses verifikasi kesesuaian dokumen,” terangnya.

Keputusan itu diambil, menurut Ari, demi mematuhi prinsip transparansi dan memastikan seluruh tahapan sesuai dengan Perpres Nomor 16 Tahun 2018.

Baca Juga: Jalan Kerinci Kota Probolinggo Sering Jadi Sirkuit Balapan, Kepolsiian Pasang Pita Kejut

Selanjutnya, akan dilakukan launching tender ulang dalam waktu dekat. Sehingga, seluruh rekanan mendapat hak dan penilaian yang adil.

Saat ini, kata Ari, Bagian PBJ mempercepat perbaikan sistem agar proses tender ulang segera dimulai dan tidak mengganggu target serapan anggaran tahun ini. Namun ia mengakui kegagalan tender membuat jadwal pelaksanaan pekerjaan ikut mundur.

"Kami sedang siapkan launching ulang tender pelebaran Jalan Kerinci ini. Waktu pekerjaan juga harus mundur," ujarnya.

Kegagalan tender tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kota Probolinggo. Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengingatkan agar proses tender ulang tetap berjalan sesuai aturan tanpa mengorbankan kualitas maupun target penyelesaian proyek.

"Aturan tetap harus ditegakkan. Kami mengingatkan dinas terkait bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan terus berjalan. Kami berharap pelebaran Jalan Kerinci bisa terealisasi tahun ini," harapnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
sistem eror lpse pelebaran jalan kerinci probolinggo