TEGALSIWALAN, Radar Bromo-Jalan raya Probolinggo-Lumajang sempat macet panjang, Kamis (16/7) lalu. Ini lantaran terjadi kecelakaan beruntun terjadi di ruas Jalan Raya Lumajang, masuk Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.
Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, hanya kerugian materil. Hanya saha butuh waktu lama untuk mengevakuasi kendaraan.
Kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan. Yakni bus bernopol N 7413 UQ yang dikemudikan Sugeng Hariyanto, 63, warga Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Kemudian kendaraan dump truck bernopol H 8831 CF yang dikemudikan Akhmad Basuki, 36, asal Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Serta kendaraan dump truck bernopol H 9265 UY yang dikemudikan Supriadi, 56, asal Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama menyampaikan bahwa semula bus berjalan dari arah selatan ke utara. Bus tersebut mendahului dump truk bernopol H8831 CF dari sisi kiri.
“Namun sesampainya di TKP, bus berhenti mendadak dikarenakan ada dump truk bernopol H 9265 UY yang sedang parkir di sisi barat jalan,” terangnya.
Alhasil karena jarak yang terlalu dekat, kendaraan dump truk bernopol H 8831 CF tak sempat melakukan pengereman dan menghantam bagian belakang bus.
“Bus yang tertabrak dari belakang juga terdorong dan akhirnya menghantam dump truck bernopol N 9265 UY yang sedang terparkir tersebut,” ujar Adit.
Akibat kejadian ini, ketiga kendaraan ini mengalami kerugian materil dengan total sekitar Rp 30 juta. Syukurnya tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. "Para penumpang bus lantas kami minta pindah ke bus lain. Sementara ketiga kendaraan kami amankan ke Pos Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo di dekat pintu tol Leces,” ujarnya.
Meski demikian, proses evakuasi kendaraan berjalan alot. Hal ini dikarenakan posisi bus yang melintang di ruas jalan sisi barat. Sejumlah kendaran sempat mengalami macet di TKP. Untuk mengurai macet, pihak kepolisian Satlantas Polres Probolinggo melakukan upaya kontra flow di lokasi.
“Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 13.00 hingga pukul 18.00 untuk derek kendaraan tersebut. Sulit karena posisi busnya melintang, sementara dump truknya juga masih ada muatan pasirnya. Jadi berat,” ungkapnya. (gus/fun)
Editor : Fandi Armanto