KANIGARAN, Radar Bromo–Enam pasar tradisional di Kota Probolinggo harus berbagi anggaran sekitar Rp 600 juta pada 2027.
Keterbatasan anggaran membuat Pemkot Probolinggo belum dapat merevitalisasi enam pasar secara menyeluruh.
Dana itu hanya akan digunakan untuk pemeliharaan atau rehab bagian-bagian prioritas.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (DKUMP) Kota Probolinggo Agus Efendi mengatakan, pemkot tetap berkomitmen merevitalisasi infrastruktur pasar tradisional. Hal itu merupakan salah satu upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
Namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Pada 2027, ada enam pasar yang menjadi prioritas pemeliharaan rutin atau rehabilitasi bertahap.
Antara lain, Pasar Baru, Pasar Gotong Royong, Pasar Ketapang, Pasar Randu Pangger, Pasar Kronong, dan Pasar Wonoasih. Keenam pasar tersebut direncanakan memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp 600 juta.
"Revitalisasi infrastruktur pasar tradisional akan dilakukan secara bertahap. Salah satu fokus adalah pembenahan Pasar Baru hingga tahun 2027," kata Agus kepada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.
Baca Juga: Rehab Pasar Besar Kota Pasuruan Tuntas, Tinggal Pembersihan Material Bangunan
Menurut Agus, normalisasi pasar didukung melalui alokasi anggaran daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu membuat pasar tradisional semakin tertata. Sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja.
"Program itu mencakup perbaikan saluran air, penggantian talang yang bocor, penataan lantai, serta peningkatan sistem penerangan agar pasar menjadi lebih bersih, nyaman, dan terang," tuturnya.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat peran pasar tradisional sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
Selain revitalisasi bangunan, pemkot juga mendorong pemanfaatan peluang investasi di pasar.
Termasuk juga, optimalisasi kios maupun fasilitas yang belum dimanfaatkan.
Harapannya, kios atau fasilitas itu dapat difungsikan sebagai pusat kuliner maupun destinasi wisata belanja.
"Pasar tradisional harus mampu bertransformasi menjadi tempat yang bersih, nyaman, modern, dan berdaya saing. Kami juga perlu mendorong digitalisasi melalui marketplace serta mengoptimalkan koperasi agar para pelaku UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan," ungkapnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi