PEMERINTAH Desa Tambelang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, berupaya menyeimbangkan pembangunan infrastruktur desa dengan program ketahanan pangan. Salah satunya dengan memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Ketahanan pangan berbasis potensi geografis dilakukan Pemerintah Desa Tambelang. Desa yang berada di wilayah dataran tinggi lereng Argopuro ini memiliki potensi beragam. Mulai dari potensi perkebunan hingga perikanan budi daya air tawar. Karena itu, pemerintah desa berupaya memaksimalkannya.
Kasi Pemerintahan Desa Tambelang Abdullah mengatakan, sektor perikanan menjadi sasaran prioritas dalam program ketahanan pangan. Perencanaan untuk merealisasikannya telah dilakukan. Salah satunya membangun kolam tempat budi daya ikan.
Kolam berukuran 8 x 6 meter itu berada di RT 13/RW 3, Dusun Kramat. “Untuk ketahanan pangan, kami menganggarkan Rp 20 juta. Realisasinya, budi daya perikanan air tawar,” katanya.
Setelah membangun kolam, pemilihan jenis ikan juga menjadi faktor penting. Pemerintah desa memutuskan untuk membudi daya lele dan nila. Jenis ikan ini dipilih lantaran cocok dengan kondisi air wilayah desa. Dengan demikian, ikan bisa dibesarkan dengan baik dengan risiko kematian rendah.
Soal pemasaran juga telah dipikirkan. Menurut Abdullah, penjualan hasil panen lele dan nila tidak susah. Bisa dilakukan dengan mendatangkan tengkulak ke kolam. Atau, menjualnya langsung ke pasar dan rumah-rumah makan. Dengan demikian, perputaran uang hasil usaha ikan nila dapat berputar dengan cepat.
Namun untuk tahap awal, hasil penjualan akan digunakan untuk perputaran modal. Akan digunakan sebagai modal dan pengembangan kolam serta penambahan populasi ikan. “Rencana sudah kami siapkan. Tinggal merealisasikan. Menunggu pencairan dana tahap berikutnya,” katanya. (ar/rud/*)
Pembangunan Sentuh Daerah Pelosok
JALAN yang layak dan nyaman untuk dilintasi menjadi hal penting bagi setiap individu. Termasuk bagi warga Desa Tambelang. Karena itu, Pemerintah Desa Tambelang konsisten membangun dan meningkatkan kualitas jalan sampai ke pelosok desa. Khususnya, jalan yang memiliki banyak fungsi.
“Jalan yang aman dan nyaman menjadi kebutuhan utama warga. Masih banyak jalan yang perlu dibangun, sehingga kami laksanakan secara berkelanjutan,” ujar Kasi Pemerintahan Desa Tambelang Abdullah.
Tahun ini ada satu ruas jalan yang menjadi sasaran pembangunan. Yakni, dua ruas jalan di RT 10/RW 3, Dusun Laok Songai. Dua-duanya akan dirabat beton.
Konstruksi rabat beton dipilih karena jalan belum pernah dibangun. Serta, dinilai lebih cocok dan diharapkan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu lama. Selain akses menuju permukiman, jalan ini juga merupakan akses menuju lahan pertanian.
Dua ruas jalan yang akan dibangun berada satu lajur. Namun dibagi menjadi dua pengerjaan. Masing-masing panjangnya 130 meter dan 140 meter. “Untuk pembangunan jalan hanya ada dua ruas jalan saja yang menjadi target pembangunan,” katanya.
Dari anggaran yang tersedia, kata Abdullah, pemerintah desa juga merencanakan pembangunan yang bersifat mandatory. Seperti membangun 3 unit rumah tidak layak huni. Kemudian, penyaluran bantuan langsung tunai kemiskinan ekstrem pada 9 keluarga penerima manfaat. Serta, pelaksanaan program Posyandu pada 454 balita, 20 lansia, dan 30 ibu hamil.
“Posyandu dilaksanakan secara rutin dan bergantian di 4 pos yang tersebar di Dusun Krajan, Tengah, Laok Songai, dan Kali Tengah,” katanya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Merabat beton dua ruas jalan di RT 10/RW 3, Dusun Laok Songai.
· Merealisasikan program ketahanan pangan budi daya ikan lele dan nila.
· Membangun 3 unit RTLH.
Editor : Moch Vikry Romadhoni