PEMERINTAH Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, secara bertahap melaksanakan peningkatan kualitas infrastruktur desa. Selain itu, juga konsisten membantu meringankan beban ekonomi warga prasejahtera.
Jalan yang nyaman menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Jalan memiliki banyak fungsi. Selain untuk mempermudah aktivitas warga, jalan yang baik dan nyaman juga dapat meningkatkan perekonomian warga. Karena itu, pembangunan jalan masih menjadi prioritas Pemerintah Desa Kertosuko.
Kepala Desa Kertosuko Sudarman mengatakan, saat ini anggaran pemerintah desa sangat minim. Kondisi ini mempengaruhi rencana pembangunan infrastruktur desa. Pemerintah desa pun mengelompokkan bangunan fisik apa saja yang mendesak dibangun.
“Sebenarnya banyak rencana pembangunan fisik yang perlu dilakukan. Tetapi karena terbentur kondisi anggaran yang minim, akhirnya dipilih yang paling prioritas,” katanya.
Tahun ini, Pemerintah Desa Kertosuko merabat beton jalan sepanjang 126 meter di RT 18/RW 8, Dusun Buluan. Jalan ini sebelumnya masih tanah. Kerap dikeluhkan warga karena saat kemarau berdebu dan licin ketika musim hujan. Jelas tak nyaman dilintasi.
Jalan sasaran pembangunan ini merupakan lingkungan yang ramai. Volume kendaraan cukup tinggi. Juga menjadi akses antardesa menuju Desa Wedusan, Kecamatan Tiris. “Pembangunan jalan rabat di RT 18/RW 8, Dusun Buluan, sudah selesai. Saat ini sudah mulai difungsikan,” ujarnya.
Sudarman menjelaskan, tahun sebelumnya pihaknya merealisasikan pengaspalan jalan di RT 10 dan 11/RW 5, Dusun Saksak. Jalan yang sebelumnya makadam, ditingkatkan menjadi aspal. Kini kondisinya sudah lebih nyaman ketika dilintasi.
“Jalan yang sudah dibangun merupakan akses menuju permukiman dan kebun milik warga. Selama ada jalan yang masih belum nyaman dan dikeluhkan warga, akan kami bangun. Sebab, jalan memiliki banyak fungsi bagi masyarakat,” jelasnya. (ar/rud/*)
Sisihkan Anggaran untuk Warga Prasejahtera
ANGGARAN Pemerintah Desa Kertosuko tak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Tetapi juga memanfaatkannya untuk meringankan beban ekonomi warga. Salah satunya dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan membangun rumah tidak layak huni.
Sejauh ini, di Desa Kertosuko, masih ada warga yang belum sejahtera atau prasejahtera. Belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik dan lancar. Pemerintah desa pun berusaha mebantunya. “Harapan kami bisa meringankan beban warga desa,” ujar Kepala Desa Kertosuko Sudarman.
Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyaluran BLT-DD tahun ini menyasar warga dengan kategori miskin ekstrem. Karena itu, pemerintah desa lebih selektif menyeleksi keluarga penerima manfaat (KPM).
“Tahun ini hanya ada 5 KPM yang mendapatkan BLT-DD kemiskinan ekstrem. Lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 25 KPM,” katanya.
Warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni, juga diperhatikan. Pemerintah Desa Kertosuko berusaha membangun rumah mereka menjadi layak huni. Namun tidak sembarang rumah yang menjadi target pembangunan. Kondisi rumah semipermanen sudah rusak dan dihuni oleh warga prasejahtera.
“Sebelumnya kami telah memetakan rumah yang sudah tidak layak dan penghuninya memang benar-benar layak untuk dibangunkan RTLH,” ujarnya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Merabat beton jalan di RT 18/RW 8, Dusun Buluan
· Membangun 2 unit RTLH.
Editor : Fahreza Nuraga