PEMBANGUNAN berbasis kebutuhan masyarakat menjadi prioritas Pemerintah Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Sejauh ini, pembangunan infrastruktur menjadi program utama yang berkelanjutan.
Keamanan dan kenyamanan warga desa dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari terus menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Betek. Wilayah administrasi desa yang berbatasan dengan bukit, mengharuskan pemerintah desa terus membangun infrastruktur.
Pj Kepala Desa Betek Sunarto mengatakan, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program kerja pemerintah desa secara berkelanjutan. Sebab, belum semua infrastruktur yang ada di desa kondisinya baik.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu harapan warga desa. Karena itu, meski anggaran desa terbatas, pemerintah desa berupaya membangun infrastruktur. “Pembangunan fisik terus kami lakukan. Tetapi menyesuaikan ketersediaan anggaran,” katanya.
Pemerintah desa telah merealisasikan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di RT 11/RW 8, Dusun Manggisan. Panjangnya 20 meter dengan tinggi 1,3 meter. TPT ini berfungsi sebagai penguat bahu jalan.
Harapannya, setelah ada TPT, bahu jalan tidak mudah tergerus air hujan. “TPT sudah dilaksanakan. Saat ini bahu jalan sudah lebih kokoh. Tidak mudah ambles,” katanya.
Pada tahun sebelumnya, Pemerintah Desa Betek merealisasikan pengaspalan jalan di RT 1/RW 1, Dusun Curah Krajan. Panjangnya 500 meter, yang berfungsi sebagai akses menuju permukiman dan lahan pertanian.
“Pengaspalan dilakukan karena jalan tersebut merupakan poros desa. Penggunanya cukup banyak,” terangnya. (ar/rud/*)
Bangun RTLH-Galakkan Posyandu dan PKT
PEMERINTAH Desa Betek, tahun ini juga berencana membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Targetnya 2 rumah warga kurang mampu. Mereka dipastikan sudah memenuhi syarat.
Di antaranya, pemilik rumah masuk keluarga prasejahtera. Dihuni oleh janda atau lansia. Kondisi rumahnya masih semipermanen dan rusak. Rumah mereka perlu diperbaiki karena jauh dari kata layak sebagai sebuah hunian.
“RTLH ini merupakan program berkelanjutan. Warga yang layak mendapatkan RTLH, namun masih belum sempat terealisasi, maka akan dibangun tahun berikutnya. Tetapi tetap menyesuaikan anggaran dan melalui mekanisme musyawarah desa,” ujarnya.
Selain itu, kesehatan dan tumbuh kembang balita desa juga menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Betek. Alasannya, kesehatan balita lebih rentan, sehingga perlu peran serta pemerintah desa. Pemenuhan kebutuhan gizi harian balita harus terjamin. Asupan gizi yang cukup sangat mempengaruhi tumbuh kembang balita.
Gizi yang tidak terpenuhi dengan baik akan menyebabkan stunting pada anak. Dalam jangka panjang, dampak stunting akan menyebabkan anak kesulitan belajar, penyakit jantung dan pembuluh darah. Karena itulah pemenuhan gizi sangat diperlukan.
“Dalam kegiatan Posyandu, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan pada balita. Harapannya dapat mendeteksi penyakit sedini mungkin,” jelasnya.
Dalam menunjang kesejahteraan warga, pemerintah desa melaksanakan proyek dengan Program Padat Karya Tunai (PKT). Program ini direalisasikan dengan merabat beton jalan di RT 2/RW 2, Dusun Melok'an. Jalan setapak itu digarap secara swadaya.
“PKT kami laksanakan dengan menggandeng warga yang tinggal di sekitar tempat pelaksanaan pembangunan,” katanya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Membangun TPT di RT 11/RW 8, Dusun Manggisan
· Membangun 2 unit RTLH
Editor : Fahreza Nuraga