Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Siswa SR di Probolinggo Batal Dititipkan di Pasuruan, Sudah Gunakan Ruang Perpustakaan untuk Cukupi Kelas

Arif Mashudi • Rabu, 15 Juli 2026 | 09:30 WIB
SEDANG DIGARAP: Sekolah Rakyat di Desa Lajuk, Gondang Wetan, yang ditarget akhir Juli bisa difungsikan. Kanan, Suasana sekolah rakyat di terintegrasi di Kota Probolinggo. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
SEDANG DIGARAP: Sekolah Rakyat di Desa Lajuk, Gondang Wetan, yang ditarget akhir Juli bisa difungsikan. Kanan, Suasana sekolah rakyat di terintegrasi di Kota Probolinggo. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

MAYANGAN, Radar Bromo - Kabar baik menyelimuti puluhan siswa baru tingkat SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi (STR) 07 Kota Probolinggo. Mereka tidak jadi dititipkan ke Sekolah Rakyat (SR) Pasuruan. Sebab, kementerian sosial (kemensos) menyetujui dan mengizinkan, siswa baru tetap berada di SRT 07 Kota Probolinggo.

Ini diungkapkan Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin. Kata dia, rencana pembangunan sekolah rakyat permanen masih terus berproses. Namun untuk siswa baru SMA SRT 07 tetap bisa sekolah dan tinggal di asrama SRT 07 Kota Probolinggo.

”Kemarin masalahnya hanya soal tempat. Kalau sistem, guru-guru sudah siap. Alhamdulillah, sudah ada kelas untuk siswa baru,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Wali kota Aminuddin menyebut, dia datang langsung ke SRT 07, di hari pertama MPLS, untuk menyapa siswa baru dan wali murid. Mereka semua yang masuk desil 1-2, telah lolos seleksi untuk menjadi siswa baru di SRT 07 Kota Probolinggo. ”Kami upayakan, pembangunan sekolah rakyat yang permanen itu bisa segera terealisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kota Probolinggo, Siti Romlah mengatakan, sepekan menjelang MPLS, pihaknya mencoba berkomunikasi dengan kementerian social.

Pihaknya mengajukan untuk 30 siswa baru tetap berada di Kota Probolinggo. Ini bertujuan untuk memudahkan bagi wali murid yang hendak bertemu dengan putra-putrinya.

”Alhamdulillah, Gus Menteri Sosial (Saifullah Yusuf, red) mengizinkan. Tiga puluh siswa baru tidak jadi dititpkan di sekolah rakyat Pasuruan. Mereka tetap sekolah dan tinggal di asrama SRT 07 Kota Probolinggo,” terangnya.

Ditanya soal kesediana ruang kelas? Romlah mengaku, pihaknya sudah menyiapkan ruang kelas di SRT 07. Ada ruang perpustakaan yang dapat dijadikan ruang kelas bagi siswa baru.

Sedangkan layanan perpustakaan sendiri dipindah samping ruang lab. Sehingga, dapat dipastikan siswa baru dapat kelas sesuai dengan kebutuhan atau siswa lainnya.

”Alhamdulillah ruang kelas dan fasilitasnya sudah siap. Kami ambilkan kursi dan meja di asrama, yang sebelumnya dipakai siswa untuk belajar. Sebab, ruang belajar dijadikan satu di aula, supaya lebih mudah diawasi dan didampingi,” terangnya.

Di sisi lain, di Pasuruan bangunan sekolah rakyat di kota dan kabupaten, masih terus dikebut. Di Kabupaten Pasuruan, gedung baru SR yang berlokasi di Desa Lajuk,

Kecamatan Gondangwetan, ditarget beroperasi akhir Juli 2026 bahkan sudah punya daftar calon penghuninya.

Total 210 siswa akan mengisi gedung baru itu pada tahun ajaran 2026-2027. Terbagi untuk 60 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 60 siswa SMA.

Dari 691 anak usia didik yang terdata, mereka berasal dari kelompok keluarga paling rentan secara ekonomi, desil 1 dan desil 2. Komposisinya, 85,42 persen atau 178 siswa dari desil 1, dan 14,48 persen atau 32 siswa dari desil 2.

Bukan hanya siswa baru yang akan menempati gedung Gondangwetan. Dua Sekolah Rakyat Rintisan yang selama ini beroperasi di dua lokasi sementara juga akan ikut pindah. SR 48 Rejoso di BLK Rejoso membawa 90 siswa, dan SR 3 Pasuruan di Jalan

Hayam Wuruk membawa 148 siswa. (mas/fun)

Editor : Abdul Wahid
Sekolah Rakyat sr Kemensos