KANIGARAN, Radar Bromo– Penolakan sejumlah warga terhadap pelaksanaan sensus ekonomi di Kota Probolinggo berdampak langsung pada proses pendataan.
Tidak hanya menghambat kerja petugas di lapangan. Penolakan itu membuat dua petugas mengundurkan diri.
Bahkan, empat petugas sensus lainnya sempat menyatakan akan mundur juga. Namun akhirnya dipertahankan dan didampingi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Joko Santoso membenarkan hal itu. Menurutnya, memang ada perilaku maupun respons yang tidak enak dari warga saat petugas sensus ekonomi datang ke rumah-rumah untuk melakukan pendataan.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari adanya isu penolakan terhadap petugas sensus ekonomi. Selain itu, masih ada kekhawatiran di tengah masyarakat bahwa sensus itu akan membuat pajak mereka akan naik atau meningkat.
Bahkan, pihaknya menerima laporan bahwa sejumlah petugas memang mengalami penolakan secara langsung saat bertugas.
Di beberapa lokasi terjadi provokasi yang menyebabkan warga yang semula bersedia didata akhirnya ikut menolak.
Menghadapi kondisi tersebut, BPS Kota Probolinggo turun langsung ke lokasi. Kemudian memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai tujuan dan manfaat sensus ekonomi.
Hingga saat ini, menurut Joko, proses sensus ekonomi di Kota Probolinggo baru berlangsung sekitar 40 persen. Seluruh penolakan yang terjadi diupayakan untuk dibantu penyelesaiannya. Termasuk dirinya yang turun langsung menangani persoalan tersebut.
Joko menjelaskan, tujuan sensus ekonomi adalah memperoleh data riil mengenai kondisi masyarakat. Sehingga pemerintah memiliki dasar yang akurat dalam menyusun kebijakan maupun menyalurkan berbagai program bantuan.
"Sensus ekonomi itu untuk mendata kondisi masyarakat. Namun tidak sedikit masyarakat yang menolak. Jika nanti ada program bantuan dari pemerintah, lalu warga tidak menerima bantuan, akan protes juga. Padahal, kesalahan pada warga itu sendiri yang tidak mau didata," katanya.
Karena itu, ia mengimbau pada masyarakat agar menerima kedatangan petugas sensus ekonomi yang melakukan pendataan. Semakin banyak masyarakat yang bersedia memberikan data, akan semakin valid pula hasil sensus yang diperoleh. Data yang valid tersebut akan membantu pemerintah agar program-program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.
"Sampai saat ini, petugas kami dengan penolakan itu, down juga. Karena petugas juga manusia, jika diperlakukan seperti itu, down juga. Jika masyarakat lebih respons, petugas akan lebih semangat dan data pun akan lebih valid," terangnya.
Joko menjelaskan, saat ini ada 176 petugas sensus ekonomi yang bertugas di Kota Probolinggo. Dari jumlah tersebut, dua petugas telah mundur. Lalu, empat petugas lainnya sempat menyampaikan keinginan untuk mundur. Namun masih dipertahankan dan didampingi oleh BPS Kota Probolinggo.
"Ada dua petugas sensus ekonomi yang sudah menyatakan mengundurkan diri. Ada juga empat petugas sensus yang menyampaikan akan mengundurkan diri sebagai petugas, tapi kita tahan dan kita dampingi," terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi