Event besar Pemkot Probolinggo bertajuk Seminggu di Kota Probolinggo (SEMIPRO) Tahun 2026 resmi ditutup Minggu (12/7) malam. Selama 10 hari digelar, kegiatan ini menghasilkan perputaran uang hampir Rp 3 miliar.
===========================
Gelaran SEMIPRO dengan beragam rangkaian kegiatan selama 10 hari sejak Jumat-Minggu (3-12/7) berlangsung lancar dan damai. Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes. mengapresiasi peran seluruh masyarakat Kota Probolinggo yang telah turut serta menjaga kondusivitas dan ketenteraman.
Apresiasi khusus disampaikan Wali Kota kepada dinas pengampu kegiatan ini. Yakni, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) yang dipimpin Muhammad Abas. Juga penyelenggara kegiatan, Pro Link Production yang dipimpin Agus Salim serta para sponsor kegiatan. Salah satunya, Bank Jatim Cabang Probolinggo.
“Kegiatan SEMIPRO tahun 2026 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Terbukti, dalam putaran uang sampai hari ini yang dilaporkan BPPKAD Kota Probolinggo sudah hampir Rp 3 miliar pendapatan yang masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal, kegiatan ini tanpa menggunakan APBD Kota Probolinggo, sama sekali,” ungkap Wali Kota disambut aplaus hadirin.
Menurutnya, ini menunjukkan karya masyarakat Probolinggo, termasuk anak-anak dan pemuda, sudah tidak perlu diragukan lagi.
“Ini menandakan, inilah tahun kedua kegiatan SEMIPRO, semuanya berhasil dilakukan putra daerah Probolinggo sendiri,” katanya.
Menurutnya, Kota Probolinggo dikenal sebagai Kota Pendalungan. Karena itu, setiap kali SEMIPRO maupun berbagai kegiatan lainnya digelar, ditampilkan budaya dari berbagai etnis, mulai Jawa, Madura, Arab, dan Tionghoa.
Mencerminkan harmonisasi tumbuh subur di dalamnya sebagai identitas, kekuatan, sekaligus kekayaan yang tak dimiliki daerah lainnya.
“Kota Probolinggo memiliki potensi luar biasa. Baik potensi budaya, kesenian, bahkan bidang-bidang apa saja. Sehingga, SEMIPRO dengan tema Budaya Nusantara akan terus kami kembangkan. Bukan hanya budaya nasional, tidak menutup kemungkinan juga budaya-budaya internasional,” katanya.
“Saya, bersama panitia, insyaallah tahun 2027 nanti, kami akan undang budaya dari luar Kota Probolinggo. Baik dari Jawa Timur, bahkan mungkin dari Aceh sampai Merauke. Bukan tidak mungkin juga kami undang budaya dari luar di SEMIPRO tahun-tahun akan datang. Bisa budaya Australia, Singapura, Malaysia, dan sebagainya, sehingga SEMIPRO bukan hanya ajang budaya lokal milik Probolinggo, tapi juga ajang bagi budaya-budaya dunia. Ini yang kami harapkan ke depan,” ujar Wali Kota.
Selama SEMIPRO digelar, Kota Probolinggo menjadi medan magnet yang paling kuat untuk dikunjungi. Bahkan, efek dominonya mampu menggerakan berbagai sektor, seperti pelaku usaha, kuliner, hotel dan penginapan, UMKM, bahkan transportasi.
Selama 10 hari gelaran SEMIPRO 2026, terjadi lonjakan kunjungan ke Kota Probolinggo. Pada awal Mei, setelah di-launching-nya Commuter Supaspro di Kota Probolinggo, membuat jumlah kunjungan ke Kota Probolinggo naik lipat tiga dibanding hari-hari biasa. Tak hanya itu, Stasiun Probolinggo juga menjadi stasiun yang paling diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.
Meski kemeriahan SEMIPRO 2026 telah berakhir, namun hiburan dan perputaran ekonomi masyarakat tidak akan berhenti sampai di sini. Sedikitnya, akan ada 6 event besar ke depan.
Seperti, 17 Agustus, ada Batik Motion, ada Film Festival Probolinggo Pasuruan Raya, ada Event Hari Jadi, ada Event Festival Mangga yang juga skala nasional dan berbagai event yang mendukung sport tourism di Kota Probolinggo.
“Akhir tahun nanti, kami tutup tahun dengan event pesta kembang api di Pelabuhan Mayangan. Semua kegiatan ini tentu membutuhkan kondusivitas dan kerja sama, agar event-event besar bisa terus berkembang di kota tercinta ini. Tunjukkan bahwa masyarakat Kota Probolinggo adalah masyarkat yang beradab. Masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, kedamaian, dan ramah. Tentu semua ini sesuai dengan tagline Probolinggo Kota Bersolek,” tegasnya. (el/adv)
Editor : Muhammad Fahmi