MAYANGAN, Radar Bromo- Proyek rigid pavement atau pembetonan di Ruas Jalan Lingkar Utara (JLU), Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, terus dikebut.
Hingga Sabtu (11/7), progres pekerjaan diperkirakan telah mencapai 60 persen.
Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 35 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur, Taufik Andriyadi Utama mengatakan, pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan sistem setengah badan jalan.
Metode tersebut diterapkan agar arus lalu lintas tetap dapat berjalan selama proyek berlangsung.
Menurutnya, penggunaan satu lajur secara bergantian menjadi solusi. Sebab, kawasan JLU merupakan jalur utama menuju sejumlah perusahaan dan Pelabuhan Tanjung Tembaga.
"Kami mengerjakan setengah badan jalan terlebih dahulu agar sisi lainnya tetap bisa dilalui kendaraan. Di kawasan ini banyak perusahaan, sehingga akses kendaraan operasional harus tetap tersedia," ujarnya.
Selain itu, proses pengecoran menggunakan concrete paver lebih banyak dilakukan sore hingga malam hari.
Baca Juga: Ada Perbaikan Jalan, JLU Probolinggo Ditutup Sebulan, Kendaraan Dialihkan ke JLS
Hal itu sengaja dilakukan agar pengerasan berlangsung lebih optimal, tidak terpengaruh suhu tinggi pada siang hari. Juga menghindari terganggunya kendaraan operasional perusahaan sekitar yang masih berlalu lalang.
Saat ini, pekerjaan dipusatkan di zona kedua. Sementara itu, pembetonan pada zona pertama telah selesai di sisi utara dan tinggal menyisakan pengerjaan pada sisi selatan.
"Sekarang fokus di zona kedua. Untuk zona pertama, sisi utara sudah selesai dibeton, tinggal menyelesaikan sisi selatannya. Pekerjaan ini terus kami kebut agar dapat sesuai target. Malah kalau bisa sebelum target sudah selesai," katanya.
Pengerjaan juga berjalan tanpa kendala berarti. Hanya saja, ada beberapa kabel listrik yang harus dinaikkan agar tidak tersangkut alat berat saat proses pengerjaan.
"Ada beberapa kabel listrik yang perlu dinaikkan supaya tidak terkena alat berat. Hal itu sudah kami koordinasikan dengan PLN karena jika tersangkut tentu bisa membahayakan," tuturnya.
Taufik menjelaskan, proyek rigid pavement itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas JLU yang selama ini kerap rusak dan tergenang air saat musim hujan.
Sebelum dilakukan pembetonan, pihaknya terlebih dahulu memperbaiki titik-titik beton yang rusak atau repair beton pada sejumlah lokasi yang berlubang.
"Setelah perbaikan beton per titik selesai, permukaan jalan kemudian diratakan menggunakan lapisan aspal AC Binder setebal enam sentimeter secara bertahap sebelum dilakukan pembetonan," jelasnya.
Pekerjaan dibagi menjadi dua zona. Zona pertama meliputi ruas dari pintu masuk Pelabuhan Tanjung Tembaga hingga Simpang Tiga Terminal Kargo sepanjang sekitar 550 meter.
Sedangkan zona kedua membentang dari Terminal Kargo Mayangan hingga Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kelurahan Mangunharjo dengan panjang sekitar 1,22 kilometer. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi