Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ketika Gerbong KRL Berbobot 44 Ton Tiba di Probolinggo: Diangkut Truk Trailer Khusus, Jadi Tontonan Warga

Inneke Agustin • Jumat, 10 Juli 2026 | 20:35 WIB

 

JADI TONTONAN WARGA: Gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) milik PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang dikirim dari Banyuwangi tiba di Stasiun Probolinggo, Kamis (8/7) malam. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
JADI TONTONAN WARGA: Gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) milik PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang dikirim dari Banyuwangi tiba di Stasiun Probolinggo, Kamis (8/7) malam. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

 

MAYANGAN, Radar Bromo - Suasana di Jalan Ikan Lumba-Lumba, Mayangan, Kota Probolinggo, mendadak ramai Kamis (9/7) malam. Satu rangkaian gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) milik PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tiba di Stasiun Probolinggo.

Gerbong KRL itu dikirim dari Banyuwangi dengan truk trailer ekspedisi khusus. Cara pengiriman ini relatif baru dilakukan karena biasanya pengiriman menggunakan kereta.

Penggunaan truk trailer dilakukan lantaran ukuran KRL yang lebih besar, dinilai kurang memungkinkan untuk melintasi terowongan Mrawan yang menembus Gunung Gumitir.

Kedatangan gerbong ini sempat mengundang perhatian warga di sekitar Stasiun Probolinggo. Sejumlah warga memadati kawasan sekitar stasiun untuk menyaksikan proses loading-unloading.

Gerbong itu sendiri diberangkatkan dari pabrik PT Industri Kereta Api (INKA) di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Nantinya, rangkaian tersebut akan dioperasikan untuk melayani perjalanan Commuter Line di wilayah Jabodetabek.

Diketahui, satu gerbong KRL memiliki bobot sekitar 44 ton. Sementara trailer pengangkut berbobot 36,6 ton. Sehingga total beban yang melintas mencapai sekitar 80,6 ton.

Koordinator Tim Perizinan PT IMST (INKA Group) Yulia Wirdawati menjelaskan, pengiriman tersebut merupakan bagian dari distribusi gerbong KRL produksi PT INKA Banyuwangi menuju Jakarta.

"Gerbong diberangkatkan dari Banyuwangi pada Rabu (8/7) pukul 21.00. Namun sebelumnya singgah di PT INKA Madiun untuk menjalani uji kereta api," ujarnya.

Menurut Yulia, ada total 108 gerbong yang akan dikirim secara bertahap. Di tahap awal ini, pihaknya melakukan uji coba pengiriman satu gerbong guna memastikan seluruh proses berjalan aman dan lancar.

Proses pengiriman ini telah disiapkan sekitar lima bulan lalu dengan melibatkan berbagai pihak.

Koordinasi dilakukan bersama Pemkot Probolinggo, instansi terkait, hingga jajaran RT dan RW di wilayah yang dilalui kendaraan pengangkut.

Sebelum memasuki Kota Probolinggo, kendaraan kargo yang membawa gerbong KRL KCI ini berhenti di kawasan Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo. Perjalanan baru dilanjutkan pada Kamis (9/7) sekitar pukul 22.00.

"Ini dilakukan untuk menghindari gangguan terhadap kegiatan masyarakat," terangnya.

Yulia menjelaskan, gerbong KRL ini tidak bisa dikirim dengan jalur rel dari Banyuwangi menuju Probolinggo. Sebab, ada sejumlah terowongan yang tidak memungkinkan dilalui gerbong baru dengan dimensi lebih lebar.

"Lebar gerbong ini sekitar tiga meter. Saat melewati tikungan di terowongan akan sangat mepet, sehingga diputuskan menggunakan jalur darat. Syukurlah seluruh perjalanan berjalan lancar," jelasnya.

Setibanya di Stasiun Probolinggo, gerbong dipindahkan dari trailer ke jalur rel menggunakan dua unit crane berkapasitas besar.

Setelah proses tersebut selesai, PT INKA akan berkoordinasi dengan PT KAI terkait jadwal penarikan gerbong menuju Madiun sebelum akhirnya diberangkatkan ke Jakarta. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#inka #krl #banyuwangi #probolinggo #kci