Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usai Wudu Hendak Munajat Muktamar NU, Rois Syuriah MWC NU Kademangan Probolinggo Kiai Abdur Rozaq Tutup Usia

Arif Mashudi • Jumat, 10 Juli 2026 | 17:13 WIB

 DISALATI: Ratusan warga salat jenazah untuk almarhum KH Abdur Rozaq, Jumat (10/7) di Masjid Nurunnajah Ketapang. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

DISALATI: Ratusan warga salat jenazah untuk almarhum KH Abdur Rozaq, Jumat (10/7) di Masjid Nurunnajah Ketapang. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

 

KADEMANGAN, Radar Bromo - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama Kota Probolinggo. Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kademangan KH Abdur Rozaq meninggal, Kamis malam (9/7).

Almarhum berpulang dalam keadaan suci setelah berwudu. Tepat saat hendak memulai kegiatan munajat (doa bersama) untuk persiapan Muktamar ke-35 NU.

Munajat dilakukan di kantor MWC NU Kademangan. Sementara Muktamar NU sendiri akan digelar di Ponpes Tambak Beras Jombang pada 27-31 Agustus mendatang.

Kepergiannya yang mendadak di tengah jalannya khidmah organisasi meninggalkan duka mendalam bagi warga pengurus dan keluarga besar NU. 

Selama ini almarhum dikenal sebagai ulama yang bersahaja dan penuh dedikasi.

Baca Juga: Kemelut Dualisme Yayasan Pancawahana Memanas, PCNU Bangil Ancam Tempuh Jalur Hukum

Beliau wafat sesudah ambil wudu, hendak munajat menjelang muktamar NU,” kata Ketua MWC NU Kademangan Fathullah.

Menurutnya, saat hendak munajat sekitar pukul 21.00, almarhum izin wudu lebih dulu.

Saat keluar dari kamar mandi setelah wudu, tiba-tiba almarhum jatuh dengan posisi duduk. Tubuhnya lemas, lalu tersungkur ke depan hingga menyerupai posisi sujud.

Semua yang melihat kejadian itu, langsung mengangkat tubuhnya. Namun saat itu kondisi almarhum sudah tidak bernapas.

”Untuk memastikan kondisinya, almarhum dibawa ke RSUD Ar Rozy pakai ambulans LazisNU. Tapi, ternyata almarhum sudah dipanggil Allah,” terangnya.

Fathullah mengatakan, almarhum dimakamkan di belakang Masjid Nurunnajah Ketapang yang merupakan makam keluarga, Jumat (10/7) selepas salat Jumat. Ratusan warga datang untuk takziah, mensalatkan almarhum, hingga mengantarnya ke pemakaman.

”Almarhum orang baik, insyaallah husnul khatimah,” ucapnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#wudu #kademangan #probolinggo #mwc nu