Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DPRD Kota Probolinggo Tanyakan Prospek Perseroda Bahari Tanjung Tembaga, Usul Penyertaan Modal Dialihkan ke RSUD

Arif Mashudi • Kamis, 9 Juli 2026 | 10:16 WIB

 

Suasana rapat paripurna penyampaian KUA-PPAS di DPRD Kota Probolinggo.
Suasana rapat paripurna penyampaian KUA-PPAS di DPRD Kota Probolinggo.

 

KANIGARAN, Radar Bromo – DPRD Kota Probolinggo mengusulkan agar rencana penyertaan modal untuk PT Perseroda Bahari Tanjung Tembaga (BTT) pada 2027 dialihkan ke RSUD saja.

Usulan itu muncul karena DPRD menilai kinerja Perseroda hingga kini belum menunjukkan hasil dan masih merugi.

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna membahas agenda sosialisasi Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib mengatakan, Pemkot Probolinggo telah memberikan penyertaan modal untuk PT Perseroda BTT sebesar Rp 6,9 Miliar pada 2026.

Dengan penyertaan modal sebesar itu, hingga kini kinerja PT Perseroda BTT belum menunjukkan hasil yang jelas. Bahkan, perusahaan daerah tersebut masih merugi.

Baca Juga: Efisiensi, Pengadaan Truk Perseroda PT Bahari Tanjung Tembaga Berkurang Rp 2 M: Bakal Beli Truk Baru dan Bekas

Anehnya, Pemkot Probolinggo malah kembali mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp 9,8 miliar untuk PT Perseroda BTT.

Penyertaan modal itu masuk dalam proyeksi pembiayaan daerah tahun 2027.

DPRD pun mempertanyakan kebijakan itu. Juga memberikan saran agar penyertaan modal untuk PT Perseroda BTT pada tahun 2027 dialihkan saja ke RSUD.

"Kami berikan saran agar pembiayaan penyertaan modal lebih baik dialihkan ke rumah sakit (RSUD, Red). Jelas, investasi ke rumah sakit akan mendapatkan pendapatan yang menjadi PAD," katanya.

Mujib menegaskan, di tengah menurunnya dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah (TKD), seharusnya pemkot menyusun kebijakan anggaran yang efisien. Mampu menghasilkan PAD secara nyata.

Menurutnya, anggaran sebesar Rp 9,8 miliar itu lebih tepat digunakan untuk penyertaan modal ke RSUD.

Daripada penyertaan modal ke PT Perseroda BTT yang hingga kini belum jelas kontribusi PAD maupun hasil usahanya.

Bagi RSUD, dana itu dapat dimanfaatkan untuk pengadaan alat kesehatan yang dibutuhkan. Sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

"Tidak ada ceritanya penyertaan modal alat kesehatan di rumah sakit itu rugi. Sudah jelas akan untung dan menjadi sumber PAD. Sebab, RSUD saat ini masih rendah realisasi PAD-nya, karena alat kesehatan yang kurang lengkap," tegasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo Pujo Agung Satrio mengatakan, pemerintah kota telah menyampaikan materi sosialisasi KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD.

Memang, dalam dokumen tersebut ada rencana penyertaan modal sebesar Rp 9,8 miliar untuk PT Perseroda BTT.

Menurutnya, alokasi tersebut disusun karena merupakan amanat Peraturan Daerah (Perda) tentang penyertaan modal yang telah disepakati dan ditetapkan pada tahun sebelumnya.

"Penyertaan modal itu memang dialokasikan karena merupakan amanah Perda. Tapi nanti dalam pembahasan lebih lanjut tentang KUA PPAS 2027, kami pasti meminta saran dan masukan DPRD," katanya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#penyertaan modal #bahari tanjung tembaga #Kota Probolinggo #perseroda #dprd